WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Akses Jalan ke Masjid di Tutup, Kades Sukaharja Sudah Mediasi Tetapi Belum Ada Hasil


TANGERANG, JMI
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) mendampingi dan memberikan bantuan kepada beberapa warga sebagai pemberi kuasa yang beralamat di Kp.Waru 1 Rt 001 Rw 003 Desa Sukaharja Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang, Banten terhadap perkara kasus Dugaan Penutupan Jalan yang dilakukan oleh pihak keluarga dari Alm.Unah Binti Rahana MK dan OM yang mengklaim jalan tersebut hak miliknya. Kamis (10/06/2021).

Penutupan akses jalan yang dilakukan oleh MK dan OM, menimbulkan hubungan keluarga dan warga sekitar menjadi tidak harmonis, sehingga warga yang ada di sekitar wilayah tersebut merasa tidak nyaman dan terganggu karena akses jalan yang dimana mereka biasa lalui itu di tutup oleh bambu. Sedangkan beberapa tahun lalu di masa jabatan almarhum Lurah Sudirman, pemerintah setempat dari Desa Sukaharja sudah membuat jalan paving blok dan jalan tersebut di buat sudah pasti adanya persetujuan dari pihak-pihak desa dan warga. 

Karena jalan yang di bangun menggunakan paving blok itu berasal dari anggaran pemerintah, yang dimana sudah pasti adanya musyawarah baik pihak desa Rt/Rw dan warga yang menyetujuinya bahwa adanya jalan tersebut digunakan untuk umum. Entah kenapa di Pertengahan bulan Mei 2021, MK dan OM menutup jalan itu. 

Mirisnya, keluarga Murjidi (70) yang juga kuat sebagai pemilik tanah yang berukuran 100 m, bukti pembelian tanah dan saksi pun ada, sempat menjadi salah satu korban dari Arif Rahman (Jack) orang yang dikuasakan oleh MK dan OM. Suamah, Istri Mursidi menuturkan, "Saya tunggu hari Jum'at, sampai Jum'at depan harus angkat kaki dari rumah ini.Kalau tidak, Bapak dan ibu akan kena sanksi pidana dan rumah ini akan di segel,"kata Jack kepada Murjidi dan Suamah.
Penerimaan Kuasa kepada LSM Tamperak

"Malam-malam orang bima (jack) datang ke rumah saya di dampingi ketua Rt dan berkata saya di suruh keluar dari rumah dan saya pun menanyakan surat perintahnya (Kuasa) mana, namun jack tidak bisa membuktikannya sampai sekarang dan malah hanya dijanjikan saja, "nanti di fotocopy dulu dan saya kasih ke lurah". Pukul 14.00 wib, Ketua LSM Tamperak Ahmad Sudita dan enam Anggotanya serta di dampingi Wartawan Jurnal Media Indonesia mendatangi Kantor Desa Sukaharja untuk meminta keterangan dari Kepala Desa Sukaharja (Mus Mulyadi) terkait penutupan jalan tersebut, namun Kades Mus Mulyadi tidak ada di tempat.

Pada saat itu Ahmad Sudita langsung menghubungi Kades Mulyadi melalui selulernya dan komunikasi pun berlangsung bahwa, "Saya ada di rumah bang, dan lagi kurang sehat,"Ujar Kades Mulyadi. 

Ahmad Sudita dan Kabid Pemberdayaan Perempuan Sandy, ikut bicara "Mohon izin pa Lurah, minta waktunya sebentar saya ingin konfirmasi prihal jalan yang di tutup oleh beberapa warga Pa Lurah 
? jawab Kades Mulyadi, ya sudah saya tunggu di rumah".
LSM Tamperak dan JMI, Proses Mediasi awal di Kediaman Kades Sukaharja (Mus Mulyadi)

Menurut Keterangan Kades Mulyadi kepada LSM Tamperak dan Media. "Memang benar, itu perkara antara keluarga saudara, sekarang pun masih dalam proses mediasi. Bahkan sudah dilakukan tiga kali mediasi, namun belum ada titik temu. Dari pihak desa pun sudah mengupayakan agar perkara ini bisa di musyawarahkan antar keluarga dengan baik dan saya juga masih menunggu informasi dari pihak keluarga terkait namun sampai saat ini belum ada info". 

"Sebenarnya simple saja, harapan kami agar jalan di buka kembali, sehingga warga sekitar bisa melewati jalan tersebut dengan nyaman dan tentram apalagi akses jalan itu sering si lalui warga pergi ke masjid untuk menjalankan ibadah sholat. bisa menjadi suatu ladang amal kebaikan bagi mereka yang mengikhlaskannya,"Kata Ahmad Sudita.

"Ya pa, beri kami waktu sampai hari Senin dan kami akan menginfokan kembali, agar kami dari pihak desa dan melibatkan Babinsa serta Binamas untuk bermusyawarah mengenai perkara ini, karena kami menjaga agar proses jalannya mediasi berjalan dengan baik. Apalagi sampai dengar ada oknum ormas yang menjaga Penutupan akses jalan tersebut, kami juga berharap agar sesuatu yang tidak di inginkan itu terjadi,"Ujar Kades Sukaharja.

"Saya sangat berterimakasih kepada LSM Tamperak yang sudah mau membantu, harapan kami mudah-mudahan bisa di dengar oleh pemerintah pusat. Sehingga akses jalan tersebut di buka kembali dan warga yang hendak ke masjid pun lebih dekat,"Kata warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

SUHERMAN/TEAM/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Sahman Sitio Nakodai Pejuang Batak Bersatu Wilayah Jakarta Barat.

Jakarta JMI , Organisasi Kemasyarakatan  Pejuang Batak Bersatu (PBB) resmi mendeklarisan diri, bergabung menjadi organisasi Pejuang Batak Be...