WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Seminar Stabilitas Ketahanan Ekonomi Oleh Kesbangpol di Desa Dayeuhluhur

Cilacap, JMI - Kegiatan Seminar yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol ) yang bertempat di Desa Dayeuhluhur, Kab. Cilacap, Jawa Tengah yang dihadiri oleh Forkopimcam, Kapolsek, Koramil 17 Kecamatan Dayeuhluhur, juga Perwakilan 14 Pemerintah Desa yang ada di Kecamatan di Dayeuhluhur.

Sekertaris Desa Rudi Haryanto, S.Pd.SD, yang mewakili kepala Desa mengatakan "Pemerintah Desa Dayeuhluhur Raswa Zaenal Solihin, Sangat Membantu dari adanya kunjungan Kesbangpol untuk membantu masyarakat yang ada di desa Dayeuhluhur ataupun Masyarakat yang ada di Kecamatan Dayeuhluhur terutama bagi para Petani biar lebih meningkat hasil pangan ekonomi keluarganya." Ungkapnya

Adapun dari Kesbangpol yang diwakili Oleh Ir. Sri Supartimah dalam Membahas Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian di semua lini usaha, termasuk sektor pertanian.

Salah satu dampak yang harus diantisipasi terkait dampak Covid-19 adalah ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Gerakan Ketahanan Pangan (GKP) yang diperkenalkan Kementerian Pertanian di tengah ancaman virus corona saat ini harus didukung oleh semua pihak, khususnya petani dan penyuluh sebagai ujung tombak. 

Dan penggerak sektor pertanian menyatakan bahwa Covid-19 telah meluluhlantakkan semua sektor kehidupan. Kegiatan perekonomian masyarakat banyak terhenti, Pelayanan jasa terhambat, dan Sektor Pertanian mengalami pukulan yang cukup berat. Gangguan yang lebih serius dideteksi pada Sistem Distribusi dan Pemasaran.

Oleh karena itu Kesbangpol mendorong Petani dan Penyuluh melakukan Kunjungan Tugas Di Kecamatan Dayeuhluhur yang bertempat di Balai Desa Dayeuhluhur Guna Membantu memotivasi Para Petani dan Pengusaha juga Masyarakat yang ada di Dayeuhluhur.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian telah merumuskan Metode 3 (Tiga) Cara Bertindak untuk mencapai Ketahanan Pangan.
Pertama, Peningkatan Kapasitas Produksi, mengajak pelaku pertanian melaksanakan percepatan tanam padi, pangan lokal berbasis kearifan lokal yang berfokus pada satu komoditas utama. 

Kedua, Penguatan Cadangan dan Sistem Logistik Pangan dengan cara penguatan cadangan beras pemerintah provinsi (CBPP), kemudian penguatan cadangan beras pemerintah kabupaten/kota (CBPK).

Ketiga, Pengembangan Pertanian Modern, caranya melalui Pengembangan dan Pemanfaatan untuk meningkatkan produksi komoditas Pertanian di luar musim tanam, pengembangan juga mempunyai agenda yang bersifat Jangka Pendek, Menengah dan Panjang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Diantaranya dengan menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Membangun Agenda Jangka Menengah diwujudkan dengan melanjutkan padat karya pasca Covid-19, diversifikasi pangan lokal, membantu ketersediaan pangan di daerah,Salah satu Petani Hasan kegiatan seminar ini sangat bermanfaat bagi para petani guna meningkatkan hasil yg lebih baik.

Asep Saepudin/Red/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Dugaan Perkikukan oleh Kades Pulutan Penawangan Hingga Saat Ini Masih Melenggang Belum Ada Kejelasan Secara Birokrasi Maupun Jerat Hukum

GROBOGAN JMI -Diketahui sebelumnya kasus dugaan perkikukan terbongkar, setelah warga sekitar Rt 01/Rw 03 desa Pulutan mengetahu...