WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dengan Slogan Senyum Sapa Salam Berikan Warna Tersendiri dalam Pembelajaran di SMPN 1 Kradenan

GROBOGAN JMI - Pendidikan merupakan proses pengajaran dan pembelajaran suatu pengetahuan, ketrampilan atau kebiasaan dari suatu generasi ke generasi lain di bawah bimbingan seseorang secara langsung atau secara otodidak (belajar sendiri), namun secara umum pendidikan dituntut mengikuti era teknolgi seperti saat ini yang mana pendidikan bisa dilakukan dimana saja, baik melalui pembelajaran tatap muka atau pun pembelajaran online.

Sekolah Menengah Pertama (SMPN1) Kradenan yang beralamatkan di Jl.Surojenggolo l No.2. Kuwu Kecamatan Kradenan dalam kesehariannya sebelum pembelajaran berlangsung menerapkan Slogan Senyum, Sapa, Salam. Hal itu disampaikan orang nomor satu di SMPN 1 Kradenan Nuryanto Spd,Mpd (Kepala Sekolah) di ruang kerjanya ketika di temui JURNAL MEDIA Indonesia, Rabu 23/02/22.

Dalam penyampaiannya Ks.Nuryanto Spd,Mpd menjelaskan bahwa, "Penerapan Senyum, Sapa, Salam merupakan kegiatan yang harus wajib di jalankan ketika masuk di lingkungan SMPN 1 Kradenan baik itu siswa, guru, dan seluruh karyawan agar bisa memberikan suasana sejuk dalam komunikasi pembelajaran, pasalnya untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran secara aktif untuk mengembangkan potensi baik pendidik dan siswa dengan memiliki kekuatan spritual baik keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan pada diri masing-masing," tutur Ks Nuryanto.

Menurut kepala sekolah, "Dengan kita saling memberikan senyuman dan sapaan serta salam secara tidak langsung itu merupakan ibadah dan juga memberikan pemikiran yang positif sesamanya hal itu dikandung maksud ketika sebelum dan sesudah aktifitas rutin baik karyawan, guru, siswa di lingkungan sekolah bisa saling memudahkan," Tutur Ks Nuryanto.
Di singgung adanya pandemi Covid 19 khusus untuk SMPN 1 Kradenan dari karyawan dan guru sudah tervaksin semua, bahkan sampai tingkat 3 yakni jenis Boste. "Sama hal nya dari 975 siswa -siswi juga sudah tervaksin tingkat ke 2 dan alhamdulilah disini tidak ada yang terpapar, meski begitu kami tetap terus melaksanakan prokes sesuai himbauan dalam pembelajaran tatap muka meskipun belum efektif disamping itu PTM juga belum bisa sepenuhnya," terang Ks Nuryanto.

"Selama saya menjadi kepala sekolah di SMPN 1 Kradenan ini saya selalu memantau dari seluruh kegiatan baik itu karyawan, guru, siswa agar selalu bisa mentaati segala tata tertib yang sudah di setujui bersama, dengan harapan bisa memberikan nuansa, suasana dalam pembelajaran semakin sejuk dan nyaman karena dalam pembelajaran membutuhkan konsentrasi tersendiri, serta kita menanamkan rasa saling memiliki bersama, dengan sikap dan tanggung jawab bahwa semua sarana prasarana yang ada di sekolah ini adalah milik kita bersama sehingga kita semua bisa termotifasi untuk menjaganya bersama sama," jelas Ks Nuryanto.

Dari sekian sekolah yang ada di Rayon Timur Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan SMPN 1 Kradenan selalu unggul tebaik dalam hal prestasi termasuk hasil tes, Uas maupun UN. Terkait adanya guru BK (bimbingan konseling) yang selalu berperan dalam pengawasan siswa SMPN 1 Kradenan karena untuk guru BK sendiri SMPN 1 Kradenan termasuk terbanyak dari sekolah yang ada di Grobogan dengan jumlah 7 guru BK (bimbingan konseling)

Selain itu SMPN 1 Kradenan juga merupakan katagori juara untuk bidang olah raga pencak silat yang kebanyakan dari PSHT yang juga menembah nilai prestasi tersendiri karena olah raga pencak silat termasuk kegiatan yang banyak di gemari dari dulu hingga sekarang dan SMPN 1 Kradenan sangat membanggakan dalam setiap kanca pertandingan baik antar sekolah se SMPN yang ada di Grobogan maupun pertandingan di luar daerah dengan di buktikan nya dengan beberapa piagam penghargaan, bahkan sempat sampai mengikuti kejuaraan setingkat asia tenggara yang di selenggarakan di Jakarta dan mendapatkan juara 3. Belum juga jenis pertandingan seperti bola voly, sepak bola, pastinya setiap tahun mendapatkan juara 1 atau 2 , dan juga jenis atletik lainnya, Segi akademis pun SMPN 1 Kradenan juga cukup di perhitungkan," jelas Ks Nuryanto.

Pemaparan lainpun juga di sampaikan perihal adanya gedung baru tentunya kami sangat senang karena dari total 10 ruang kelas yang ada itu termasuk paling lama karena pembangunannya pada tahun 1964 otomatis kondisinya sangat memprihatinkan ,selama ini belum ada perbaikan karena merupakan cagar budaya.
Menurut Ks Nuryanto karena tidak ada SK dan pemeliharaan dan juga pembuatannya tidak di era jaman belanda, dan kami atas nama SMPN 1 Kradenan mengucapkan terimakasih atas bantuan rehab kelas yang sudah dilaksanakan di tahun 2021 dan ini semua berkat upaya dari dinas pendidikan juga Ibu Bupati serta pihak-pihak yang sudah membantu terutama Pemerintah Pusat yang mana dalam anggarannya menggunakan dana APBN, dengan bangunan yang bagus sehingga adanya gedung tersebut harapannya bisa memberikan kenyamanan dalam belajar serta nyaman dalam pembelajaran," tutur Ks Nuryanto.

Satu lagi yang perlu di ketahui oleh publik bahwa SMPN 1 Kradenan masih mempunyai ikon yaitu rumah panggung diatas yang menjadi ciri khas kita dan masih kita pertahankan hingga sekarang ini berkat Komite SMPN1 Kradenan yang mengusulkan agar rumah panggung belajar jangan sampai dihilangkan karena itu merupakan ikon SMPN 1 Kradenan dengan harapan kami semoga apa yang sudah di capai selama ini berkat kebersamaan, ya harus kita pertahankan di jaga di rawat dan perbaiki sehingga SMPN 1 Kradenan ini tetap dalam kepercayaan masyarakat. Karena kita termasuk dalam akredetadi A Plus karena dalam sisi kelengkapan sarpras baik itu lab serta jaringan internet 100 Mga serta kebutuhan fasilitas lain," terang Ks Nuryanto.

Yang menjadikan Nuryanto Spd, Mpd tetap semangat menjadi sebagai Kepala Sekolah adalah termotifasinya dalam sebuah perjuangan dimana pada tahun 1991 ketika mengajar di SMP 2 Gabus masih tahap pembangunan pondasi gedung sampai bangunan selesai bahkan belum ada kepala sekolah, masih sebagai guru ajar ketika pendaftaran siswa baru justru ruangannya di tenda terpal plastik bersama 1 meja 1 kursi karena waktu itu hanya saya satu satunya guru di situ dan selama satu semester mengajar semua mapel, baru beberapa bulan kemudian ada penambahan guru,itulah sedikit cerita lama yang menjadikan saya selalu termotifasi dalam sebuah perjuangan semangat dan semangat dimanapun.pungkasnya

Heru Gunawan/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Jalan Penghubung Butuh Perhatian PemKab dan PemProv Gorontalo

Gorontalo JMI , Masyarakat Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengeluhkan dari tahun ketahun bahkan sampai dengan saat ...