WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

2 Tahun Berdirinya Kandang Ayam Pokpan di Desa Dawuan Kidul, Timbulkan Ketidaknyamanan Warga Karna Bau dan Banyak Lalat Masuk ke Rumah

Subang JMI - Di Tahun 2020 hingga sekarang 2022 Atas Berdiri nya kandang ayam perusahaan pokpan di kp sukajaya Rt 08 Rw 04 Ds Dawuan kidul Kec Dawuan Subang tidak lah menguntungkan buat perekonomian dan menguranginya tingkat masarakat pengangguran.

Asep Maolana salah satu tokoh warga setempat ,dan  Dulunya pernah menjabat Ketua Rt 8 di kampung tersebut ,Asep maolana kepada jurnal media Indonesia,pada Jum'at, 29/4/2022 mengatakan Bahwa dengan ada nya Perusahaan kandang ayam Pokpan tersebut yang ada di Desa Dawuan kidul banyak sisi negatif nya ,"imbuhnya.

Asep menjelaskan,"hampir setiap hari setiap malam Rumah saya serta warga lainnya di sekitar kandang ayam tersebut  selalu didatangi gerombolan lalat yang bersinggah di rumah nya, apalagi dirinya kalo lagi senggang suka ngopi dan udud di rumah nya, baru saja seduh kopi belum juga dingin untuk di teguk malah duluan lalat udah masuk ke gelas kopi bikinannya."kagetnya.

Lanjut Asep,"Awalnya Asep pun selalu diam dengan keadaan dilingkungan sekitar tempat rumah nya ,karena sudah mempercayakan ke pa Rt yang baru yaitu Pa didi sebagai Rt 8 yang sekarang , pa safari sebagai ketua Rw 04,  juga Pa Deni sebagai kepala dusun, karena beliaulah  yang selama ini bertanggung jawab atas ijin Lingkungan bisa Berdirinya perusahaan kandang ayam pokpan  tersebut,menurut RT didi pemilik kandang ayam Pokpan tersebut adalah orang jakarta yaitu pa suparni parto dan pa moris ,"
Asep Maolana tokoh masyarakat

Lebih lanjut Asep menjelaskan Saking seringnya kedatangan lalat lalat yang membawa kotoran kerumah warga , sehingga bikin jengkel dan bawa penyakit ,di tambah laporan warga lain nya yang dari awal tidak diberi konpensasi ,menurut salah satu keluarga Aa deden termasuk Asep pun hampir 2 Tahun perusahan tersebut berjalan Asep tidak pernah dapat konpensasi sepersenpun, juga katanya setiap musim panen per kaka akan di beri satu ekor ayam hingga detik ini Asep belum pernah menerimanya,"cetusnya.

Teh Ema salah satu warga sekitar kandang ayam Pokpan berbicara sama ,"Bahwa demikian banyak lalat  yang berdatangan di rumah nya dan tidak pernah di kasi ayam se ekorpun oleh perusahaan tersebut, begitupun salah satu pemuda kang dede hendrik demikian jangankan di perbolehkan ikut kerja diperusahaan tersebut di kasi konpensasi dan di kasi ayam per ekor tiap musim belum pernah ia  dapatkan , seolah Oknum Rt, Rw dan Kepala dusun tidak ada perhatian untuk warganya, istilah nya pilih kasih.

Kami pun bersama warga sekitar saling sering berdiskusi, menurut nya walaupun sesama warga dan tetangga di lingkungan sekitar kandang ayam tersebut  ,kita tidak pernah di ajak bekerja diperusahaan tersebut atau pun tidak diberi uang konpensasi yang telah di janjikan satu ekor ayam permusim, "ungkapnya.

Berharap ke perusahaan Pokpan yang di inginkan warga tidak mau terus menerus Rumahnya di serang lalat Yang  setiap hari datang kerumah warga  untuk membawa penyakit, semoga bapa bapa pengusaha dan para pejabat di desa tersebut bisa memberi keadilan kenyamanan keamanan dilingkungan tempat nya.,"harapnya.

AGUS HAMDAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

BBWS Citarum Pembangunan TPT Diduga Terkesan Tidak Transparan dan Patut di Pertanyakan.

Subang JMI, kementerian PUPR, melalui direktorat sumberdaya Air Balai besar Wilayah Sungai (BBWS) citarum melaksanakan pengerjaan proyek pe...