WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pendiri Google Cabut Investasi usai Istri-Elon Musk Diduga Selingkuh

Salah satu pendiri Google Sergey Brin dikabarkan membatalkan investasi di Tesla dkk usai mengetahui Elon Musk berselingkuh dengan istrinya, Nicole Shanahan. (Adhi Wicaksono).

JAKARTA, JMI
 -- Salah satu pendiri Google Sergey Brin membatalkan investasinya di perusahaan Elon Musk setelah mengetahui bos Tesla itu berselingkuh dengan istrinya, Nicole Shanahan.

Brin dikabarkan meminta penasihat keuangannya untuk menjual semua investasinya di perusahaan Elon Musk.

Dikutip dari The Wrap, Senin (25/7), Brin berinvestasi di sejumlah perusahaan Musk, termasuk Tesla, SpaceX, Neuralink, dan The Boring Company.

Brin yang merupakan anggota dewan Alphabet Inc., perusahaan induk Google menginvestasikan US$500 ribu ke Tesla pada 2008. Google dan Fidelity juga menginvestasikan US$1 miliar di SpaceX pada 2015.

Perselingkuhan antara Musk dan Shanahan disebut telah menghancurkan persahabatan lama Brin dengan bos Tesla itu. Brin juga mengajukan perceraian dari Shanahan pada awal Januari lalu.

Selain dengan Brin, Musk juga tengah bermasalah dengan Twitter akibat pembatalan kesepakatan rencana pembelian senilai US$44 miliar. Twitter kemudian menuntut orang terkaya di dunia itu demi memaksanya untuk melanjutkan kesepakatan untuk membeli alias akuisisi perusahaan media sosial tersebut.

Twitter dan Elon Musk diperintahkan untuk menjalani peradilan pada Oktober 2022. Hal itu diputuskan hakim Pengadilan Negeri Delaware AS dalam pemeriksaan pendahuluan atau hearing pada Selasa (19/7).

Dalam hearing tersebut, pihak Twitter dan Elon Musk sama-sama menyusun proposal mengenai tanggal persidangan. Pihak Musk meminta hakim untuk memulai sidang pada Februari 2023 dan berlangsung dua pekan. Sedangkan Twitter meminta empat hari persidangan pada akhir September 2022.

Seperti diberitakan Reuters pada Selasa (19/7), Hakim Kathaleen McCormick akhirnya memutuskan persidangan atas gugatan Twitter terhadap Elon Musk dimulai Oktober 2022, satu bulan setelah permintaan perusahaan media sosial itu.

"Kenyataannya, penundaan mengancam kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi bagi penjual," kata hakim merujuk pada Twitter.

 

Sumber : CNN Indonesia

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Sejumlah Eks Napiter Akan Ikrar Setia NKRI di Hari Kemerdekaan

PALU, JMI - Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77 tahun. Sejumlah eks Napiter (Narapidana Teroris) ...