WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dugaan Mufakat Curang Menuding Pengawas Dan Pelaksana Proyek Betonisasi Desa Cibetok Kec. Gunungkaler


Kab. Tangerang JMI
, Kegiatan betonisasi Jalan Raya Kp Gebang Rt. 002/001 Ds Cibetok Kec.Gunungkaler Kab.Tangerang menuai sejumlah pertanya'an Dari berbagai elemen tim investigasi.

Proyek bernomor SPK 600/SPK.0701.PDPP/BRMH/PERKIM/2022 dengan nilai Anggaran Rp.188.950.000,00 dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2022 Diduga jadi ajang politik dan bacakan

Sebelumnya, melalui salah seorang Pimpinan Redaksi Media Online, H. Ainilah Sarif selaku Kades Cibetok menyampaikan bahwa Pelaksana Kegiatan belum berkoordinasi dan menginformasikan ada nya kegiatan tersebut

Nahrawi selaku Jaro di RT 002/001 Kampung Gebang Desa Cibetok Kepada Kasi Ekbang Gunung Kaler mengatakan

"Ini Pagu Aspirasi Dewan Provinsi Fraksi Partai PKS" ucap Nahrawi

Mendapatkan informasi perihal kejanggalan dari berbagai pihak, Camat Gunung Kaler telah mengutus Kasi Ekbang nya untuk meninjau lokasi kegiatan betonisasi tersebut.

Namun di  sayangkan pihak CV Mandiri Rajula Abadi Tidak mengindahkan arahan dari kasi Ekbang Kec.Gunungkaler.

Pasalnya kegiatan tersebut terdapat ke tidak seimbangan volume dalam fisiknya terpantau tidak merata, sehingga dari tim investigasi melakukan sounding dengan praktek alat ukur dengan hasil ketinggian di bagian tengah bervariasi dari mulai 13cm sampai 15cm sedangkan di bagian begisting di  ketinggian 20cm.

Hal ini menuai dugaan anggaran yang di gunakan bersumber dari pemasukan pajak yang telah di bayar oleh warga melalui perantara dinas perkim telah di korupsi.


Menyikapi hal ini kami  tim investigasi mengkonfirmasi pengawas yang telah di tunjuk dari dinas perkim  mengatas namakan dirinya Habib, ia di lontarkan sejumlah pertanyaan oleh LSM dan awak media,  ia menjawab " mengenai volume ketinggian  memang 20cm hasil pengukuran itu karena sudah di lapisi bescos jadi hasilnya berkurang" jawabnya

Padahal Bescos yang di hampar ketinggian paling 1 sampai 2 cm tapi ketinggian bagian tengah berkurang 5 sampai 7cm.

Pertanyaan  berikutnya, apa tujuannya dengan teknis seperti ini?  si pengawas tersebut nampak gegap dan tidak bersuara.

Dan mempertanyakan papan proyek yang sampai saat ini belum terpasang.? Jawab si pengawas itu katanya lupa bahkan  ada yang menjawab dengan suara keras  endingnya rasa bangga ia menyuruh pekerjanya mengambil:

"Hai ambil papan proyek nya dua sekalian sepuluh" ucap nya dengan nada tinggi.

Dari hal seperti mengabaikan papan proyek kami  menduga kontraktor takut ketauan jumlah anggaran biayanya dan ia tidak bisa leluasa menggunting anggaran kegiatan tersebut, padahal sudah di atur dalam UU no 14 tahun 2008 tentang  keterbukaan informasi  publik.

Tetapi papan proyek tersebut terpasang setelah sejumlah tim investigasi berulangkali menanyakannya.

Kartusi yang biasa disapa sugeng Kabidkam dari DPP Perkumpulan LSM TRISULA Bakti Nusantara (TBN), menyayangkan kegiatan tersebut dan menyatakan

"ini kegiatan tidak  luput dari dugaan kerjasama kecurangan antara pelaksana dan pengawas yang  di tunjuk dinas perkim. Terlihat dengan kasatmata pengukuran tidak sesuai tapi kenapa pengawas tidak mengambil tidakan, Di perhatikan oleh kami pengawas nampak hanya menonton sajah layaknya anak kecil yang asik menyaksikan kegiatan tersebut, kami berharap  instansi terkait khususnya dinas perkim melaksanakan audit ulang terkait  kegiatan ini"  tegas kartusi.

Senada dengan Rani Riansyah yang merupakan Pengurus Media Center Gunung Kaler juga mengatakan "Ini jelas nampaknya sudah kongkalikong antara Pengawas dan Pelaksana, kami harap pekerjaan ini jangan di opname dan dibayar, blacklist Perusahaan nakal seperti ini" tuding rani riansyah.


Mulyadi/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

TNI AD Akan Salurkan Bantuan dari PT Adaro untuk Korban Gempa Cianjur

Jakarta JMI, Bersinergi dengan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI AD a...