WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Perkelahian Santri hingga Tewas di Tangerang, Berawal dari Toilet


Jakarta JMI
, Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan temannya di lingkungan pondok pesantren. Perkelahian bermula dari toilet di kamar korban.

Insiden itu terjadi di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Minggu (7/8). Santri yang menjadi korban yakni BD (15) asal Tanjung Burung, Kosambi.

"Ini bermula dari pelaku mendatangi kamar nomor enam, kamar korban, tujuannya mau menanyakan Dimas (teman). Setelah itu pelaku mendorong pintu kamar mandi, ternyata pintu mengenai korban, lalu korban marah. Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi," kata Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman di Tangerang, dikutip Antara, Senin (8/8).

Ia menjelaskan sejumlah santri yang menyaksikan perkelahian itu pun langsung mencoba melerainya. Namun, kemarahan korban terhadap pelaku masih berlanjut. Korban terus berbicara sehingga pelaku terpancing emosinya.

"Akhirnya pelaku pun balik lagi ke dalam kamar untuk memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang," kata Rokhman.

Akibat tindakan kekerasan itu, korban langsung terjatuh. Pelaku kemudian meninggalkan korban di kamar.

"Korban setelah kejadian langsung diam, karena merasa sakit kepala dan dia tidur," katanya.

Sekitar pukul 13.30 WIB, temannya melaporkan ke pengasuh ponpes bahwa korban tidak sadarkan diri di dalam kamarnya.

"Kemudian saksi mengecek ke kamar santri dan setelah dicek, benar BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung oleh pengasuhnya ke klinik Gita Farma," tuturnya.

Berdasarkan hasil keterangan saksi, korban tidak sadarkan diri itu setelah berkelahi dengan satu orang rekannya.

Atas peristiwa itu, polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi diperiksa. Polisi juga melakukan autopsi terhadap korban guna mengetahui penyebab kematiannya.

"Dari pihak keluarga korban sudah membuat laporan polisi di Polres dan pihak keluarga korban juga bersedia melakukan autopsi," ujarnya.

Petugas Polsek Cisoka, Polresta Tangerang, telah memeriksa enam orang saksi terkait kejadian tersebut.


Aktivitas Berjalan Normal

Usai kejadian itu, kegiatan Pondok Pesantren Daar El-Qolam berlangsung normal. Para santri melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik rutinitas yang dilakukan santri/siswa SMP maupun oleh siswa SMA.

Begitu pun aktivitas di lingkungan Asrama Indonesia di ponpes itu, termasuk aktivitas di koperasi depan sekolah yang menyediakan berbagai macam keperluan seperti penjengukan para orangtua santri.

"Walaupun tetap kami tidak menginginkan kejadian ini terjadi, tapi kegiatan-kegiatan kemarin pasca-kejadian/insiden sampai hari ini, tetap berjalan normal," kata perwakilan pihak Ponpes Daar El-Qolam, Ahmad Idrus, kepada wartawan di Tangerang, Senin.

Ia mengatakan kejadian tersebut tidak mengganggu kegiatan atau aktivitas belajar mengajar di Ponpes itu.

Menurutnya, insiden perkelahian itu baru pertama kali terjadi di pondok pesantrennya, sehingga pihaknya akan mengevaluasi pengawasan kepada para santri-santri.

"Kami semaksimal mungkin memperketat pengawasan di asmara, maupun di kelas. Insya Allah mudah-mudahan bisa terselesaikan," ujar dia.


Sumber : CNN Indonesia

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Kasad Jenguk Korban Peristiwa Kanjuruhan Malang

MALANG JMI, Peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) lalu,  menjadi duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indones...