WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Demo Tolak Kenaikan BBM, Massa Buruh Tiba di Gedung DPR

Situasi terkini di depan Gedung DPR/MPR RI. TEMPO/Defara

Jakarta, JMI
- Ribuan buruh yang akan menggelar demo tolak kenaikan BBM telah tiba di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pukul 10.45 WIB. 

Koordinator aksi, Edi Kuncoro, mengatakan massa rencananya melakukan demonstrasi hingga pukul 18.00 WIB. 

“Masih kondisional. Tapi rencananya kami menyuarakan pendapat hingga pukul 18.00 WIB,” kata Edi. 

Satu mobil komado nampak memimpin barisan aksi. Massa membawa bendera dan mengenakan seragam dari federasinya masing-masing. Pamflet penolakan terhadap BBM dan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja terpampang dalam spanduk besar yang dibawa massa aksi. Massa juga memasang spanduk besar di gerbang DPR. 

“Target kami BBM harus dicabut, kembali seperti semula,” kata Edi. 

Aksi ini, kata Edi, akan digelar secara damai. Menurutnya, melalui aksi damai lah para buruh dapat menarik simpati masyarakat. 

Aksi digelar serentak di 34 provinsi

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan aksi buruh serentak ini dilakukan di 34 provinsi yang dipusatkan di kantor gubernur. 

Tujuannya, kata dia, meminta Gubernur membuat surat rekomendasi kepada presiden dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar membatalkan kenaikan harga BBM. 

“Aksi ini diorganisir Partai Buruh dan organisasi serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, pembantu rumah tangga, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan,” kata Said dalam keterangannya, Senin, 5 September 2022. 

Sementara di Jabodetabek, aksi dipusatkan di DPR. Said mengatakan ribuan buruh menuntut pembentukan panitia kerja atau panitia khusus BBM agar harga BBM diturunkan

TEMPO/JMI/RED

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Simpang Siur Informasi Antara DPR-RI Komisi X Dengan Pemda Bandar Lampung, GAMAPELA Minta KPK Turun Tangan

Bandar Lampung JMI, Perhatian masyarakat Bandar Lampung semakin meluas terkait polemik gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...