WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Bayer Munchen Memberikan Support terhadap Sepak Bola di Indonesia Terutama Untuk Arema FC

Suporter Bayern Muenchen bentangkan spanduk sebagai bentuk solidaritas pada para korban tragedi Kanjuruhan/Net

JAKARTA, JMI
– Support Bayer Munchen dengan membentangkan spanduk besar bertuliskan “More Than 100 People Killed By The Police” yang berarti (lebih dari 100 orang di bunuh oleh polisi) dalam liga champions menunjukan solideritas dan support dalam dunia pesepak-bolaan dunia.

Tidak hanya itu terlihat juga tulisan besar di kain putih yang membentang yang bertulisan “Remember The Dead Kanjuruhhn” yang berarti (kami akan selalu mengingat yang terbunuh di stadion kanjuruan), saat itu Bayer Munchen sedang bertanding melawan Viktoria Plzen grup C liga champions di stadion Allianz jerman.

Semua spanduk di bentangkan saat one minute silence atau dalam istilah kita di Indonesia ialah Mengheningkan Cipta untuk menghurmati korban kematian dalam pertandingan yang terjadi di kanjuran malang, Indonesia.

Spanduk tersebut menyita perhatian semua supporter bola yang ada di Indonesia, dikarenakan tidak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia, inseden tersebut terjadi ketika selesainya pertandingan Arema FC melawan Persebaya FC dengan skor 2-3 , kala itu supporter arema langsung turun ke lapangan yang menimbulkan pergesekan kepolisian dengan supporter.

Situasi berubah ketika kepolisian mengeluarkan gas air mata dan para supporter yang berada di tengah lapangan mendapatkan perilaku yang tidak di harapkan semua berlarian mencari tempat yang aman , namun karena keterbatasan udara yang sudah tercemar oleh racun dari gas air mata itu dan banyak juga yang terinjak-injak , maka menimbulkan korban jiwa.

Data menurut kepolisian setempat mengatakan  bahwa korban jiwa yang sebelumnya sebanyak 125 orang menjadi 131 pada senin (5/10).

 

Far/JMI/RED

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Disperkim Kota Bandar Lampung Aprisiasi Sinergitas Program BSPS

BANDAR LAMPUNG, JMI - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan pada tahun 2...