WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dugaan Perbuatan Mesum Cinta kasih Asmara Oknum Perangkat Desa Berimbas Pengunduran Diri

GROBOGAN JMI - Selingkuh berarti merusak komitmen yang sudah di bangun bersama pasangan,muncul mulai hilangnya kepercayaan hingga gejolak emosional yang dirasakan.

Kisah kasih asmara antara dua insan yang berbeda status, kini menjadi topik perbincangan juga sorotan publik di Kabupaten Grobogan ,status menikah dan belum menikah dari keduanya,betapa tidak dugaan perbuatan senonoh yang dilakukan oknum perangkat desa tersebut sudah mencoreng institusi Pemerintah baik Pemerintah Daeah maupun Desa dimana dirinya mengabdikan diri kurang lebih hampir sepuluh tahun , juga beban moral yang dirasakan  dari kedua keluarga,bahkan informasinya istri dari oknum perangkat sudah dalam proses gugatan cerai, peristiwa adanya dugaan jalinan asmara cinta terlarang yang dilakukan keduanya sudah sekian bulan terlihat jelas dalam unggahan foto di salah satu akun milik pribadinya oknum Perangkat Desa dengan jelas lagi asyik berdua  berselimut di atas ranjang tempat tidur dengan posisi penuh sensasi .
Geram dengan tingkah laku dan perbuatan salah satu oknum Perangkat Desanya kini warga masyarakat Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan beramai ramai melakukan aksi demo,bahkan hingga tiga kali lakukan demo di Kantor Desa,aksi kali ke tiga ini merupakan bentuk mosi ketidak percayaan atas kinerja perangkat yang dilakukan ( KW) selama ini jarang masuk kantor tambah-tambah adanya kejadian unggahan foto mesum setengah telanjang bersama seorang wanita dengan status guru pengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Grobogan .

Yang jelas warga datang di Kantor Desa meminta supaya (KW) segera untuk mengundurkan diri dari jabatan Modin atau kaur karena kinerjanya yang tidak benar,selain itu adanya tindakan perbuatan senonoh yang dilakukan (KW) dengan mengunggah foto bugil dirinya bersama dengan kekasih asmaranya yang dilakukan terang terangan,warga meminta agar dirinya segera mengundurkan diri dari jabatannya ,dari peristiwa tersebut (KW) mengakui perbuatannya kepada warga.terang Sudibyo (warga) selasa 06/12/2022

Setelah melalui diskusi panjang antara warga deng Pemerintah Desa (Kades), akhirnya dengan besar hati oknum kaur tersebut mengundurkan diri dari jabatannya.

Oknum Perangkat Desa (KW ) dalam penyampaiannya ,bahwa dirinya mau mengundurkan diri dengan membuat pernyataan asalkan dari pihak Kecamatan, Polsek,Koramil untuk menyaksikan,agar kelak di kemudian hari tidak ada pihak-pihak terkait untuk menuntut .terang KW

Sementara itu Kades Curut( Agus Mantono) kepada jurnal medua indonesia.com menyampaikan bahwa memang benar adanya kejadian yang menimpa dari salah satu perangkat Desa kami yang terkait permasalah dirinya yang melakukan tindakan senonoh dan itupun juga sudah di akui dari perangkat saya,bahkan tadi demo yang dilakukan warga termasuk bukti ketidak percayaan terhadap ( KW ) untuk segera mundur dari jabatannya ,dan tadi yang bersangkutan sudah membuat pernyataan pengunduran diri yang di saksikan muspika,warga,juga tokoh masyarakat.jelas Kades
Atas peristiwa dan kejadian yang di lakukan oknum Perangkat Desa dengan dugaan tindakan senonoh bersama pasangan mesumnya kini oknum Perangkat Desa tersebut resmi mengundurkan diri pada hari selasa terhitung dari tanggal 6-12-2022.

Sederet cerita tindakan senonoh perbuatan asusila yang ada di wilayah Kecamata Penawangan sebelumnya yang di lakukan Kades Pulutan dengan warganya sendiri ,justru di Desa Curut perbuatan asusila yang dilakukan oknum Perangkat dengan oknum salah satu guru pengajar di Kabupaten Grobogan menambah sederet persoalan baru.

Demi keberlangsungnya pemberitaan terkait siapa sebenarnya pasangan asmara perselingkuhan oknum perangkat desa tersebut,benarkah seorang Pendidik atau guru di salah satu Sekolah di Kabupaten Grobogan tentunya masih banyak pihak-pihak yang harus di konfirmasi demi keberimbangan berita ini.

Heru gun/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Jumlah Sampah 25 Ton Mengalir di Sungai Surabaya per Hari

Ilustrasi Sampah di Sungai  Surabaya JMI, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya mencatat setidaknya 25 ton sampah dilaporkan mengalir di sungai w...