WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Rusia Kerahkan Kapal dengan Rudal Hipersonik Canggih 'Zircon' ke Atlantik


MOSKOW, JMI
- Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim fregat yang dipersenjatai dengan rudal jelajah hipersonik generasi baru ke Samudera Atlantik. Langkah ini menjadi sebuah sinyal kepada Barat bahwa Rusia tidak akan mundur dari perang di Ukraina.

Dalam konferensi video dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Igor Krokhmal, komandan fregat Admiral Gorshkov, Putin mengatakan bahwa kapal itu dipersenjatai dengan rudal hipersonik Zircon.

"Kali ini kapal dilengkapi dengan sistem rudal hipersonik terbaru - 'Zircon'," kata Putin sebagaimana dilansir Reuters. "Saya yakin senjata yang begitu kuat akan melindungi Rusia dari potensi ancaman eksternal."

Senjata itu, kata Putin, "tidak memiliki analog di negara mana pun di dunia".

Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS) sedang berlomba untuk mengembangkan senjata hipersonik yang dipandang sebagai cara untuk mendapatkan keunggulan atas musuh mana pun karena kecepatannya - di atas lima kali kecepatan suara - dan kemampuan manuvernya.

Bersamaan dengan kendaraan luncur hipersonik Avangard yang memasuki tugas tempur pada 2019, Zirkon menjadi pusat persenjataan hipersonik Rusia. Rusia juga telah menggunakan rudal hipersonik Kinzhal (Belati) di Ukraina.

Rusia melihat senjata itu sebagai cara untuk menembus pertahanan rudal AS yang semakin canggih yang telah diperingatkan Putin suatu hari nanti dapat menembak jatuh rudal nuklir Rusia.

Shoigu mengatakan Gorshkov akan berlayar ke Samudera Atlantik dan Hindia dan ke Laut Mediterania.

“Kapal ini, dipersenjatai dengan ‘Zircon’, mampu memberikan serangan yang tepat dan kuat terhadap musuh di laut dan darat,” kata Shoigu.

Shoigu mengatakan rudal hipersonik dapat mengatasi sistem pertahanan rudal apa pun. Rudal tersebut terbang dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara dan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 km, kata Shoigu.

Tugas utama pelayaran itu adalah untuk melawan ancaman terhadap Rusia dan menjaga "perdamaian dan stabilitas regional bersama dengan negara-negara sahabat", kata Shoigu.

Laporan Layanan Riset Kongres AS tentang senjata hipersonik mengatakan bahwa rudal hipersonik Rusia dan China dirancang untuk digunakan dengan hulu ledak nuklir.

Target senjata hipersonik jauh lebih sulit dihitung daripada rudal balistik antarbenua karena kemampuan manuvernya.

Sumber Okezone

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Zulhas : Ancam Tutup Agen atau Pabrik yang Curangi Minyakkita Tak Main-main

Jakarta JMI, Keberadaan Minyakita langka di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bandung. Harga minyak goreng bersubsidi itu juga sudah di atas...