Kegiatan GEBER yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, dipusatkan di Desa Sinarjati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. Aksi bersih-bersih tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdan, unsur Muspika Kecamatan Dawuan, Pemerintah Desa Sinarjati, serta masyarakat yang tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdan, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang bersama-sama membersihkan lingkungan di sejumlah titik pembuangan sampah (TPS) di Desa Sinarjati.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat Desa Sinarjati sangat luar biasa. Bersama seluruh stakeholder, kita bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi solusi yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pesertanya cukup banyak, sekitar 30 orang membawa sampah plastik untuk ditimbang. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat menjadi sumber penghasilan tambahan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pengelolaan sampah yang diinisiasi Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka. Dena berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, dapat dihilangkan.
“Mudah-mudahan ke depan, khususnya di Desa Sinarjati, tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Selain mencemari lingkungan dan merusak ekosistem, sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi apabila dikumpulkan dan ditabung di bank sampah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sinarjati, Carman, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan GEBER yang kali ini mendapat kunjungan Wakil Bupati Majalengka. Menurutnya, meski Bupati Majalengka tidak dapat hadir, hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Carman berharap keberadaan bank sampah yang dikelola oleh ibu-ibu PKK mampu menumbuhkan budaya baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kami berharap masyarakat semakin bijak dalam mengelola sampah sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Sampah rumah tangga sebaiknya dipilah antara organik dan anorganik. Sampah anorganik dapat ditabung di bank sampah sehingga memberi nilai ekonomi dan menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.
“Sampah adalah cerminan gaya hidup kita. Selama masih ada anggapan bahwa sampah bukan urusan kita, maka persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Sebaliknya, jika dikelola bersama, sampah dapat menjadi berkah bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta: Yaya Ruhiyat
0 komentar :
Posting Komentar