Jakarta,
JMI - Kepolisian bakal menelusuri aliran dana dari
sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang berkaitan dengan aksi premanisme
sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Terkait dengan aliran dana, kami akan dalami aliran dananya ke mana saja,
jadi ini terus kami tracing," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya
Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/5).
Wira mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk
menelusuri aliran dana milik ormas-ormas tersebut.
Bahkan, Wira menyebut polisi akan menyita aset ormas jika aset itu terbukti
dibeli atau didapat dari hasil premanisme.
"Penyidik saat ini kami masih akan berkoordinasi nanti dengan PPATK
tentunya apabila dana itu berada di rekening, kami masih sementara
tracing," tutur dia.
"Termasuk ada beberapa yang sudah diberikan aset, kemungkinan itu akan
kami sita," imbuh Wira.
Polda Metro Jaya total menangkap 3.559 orang terkait aksi premanisme dan
mengungkap 251 kasus selama dua pelaksanaan Operasi Berantas Jaya. Dari jumlah
itu, 348 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Salah satu kasus menonjol adalah penguasaan lahar parkir RSU Tangerang Selatan (Tangsel) oleh ormas Pemuda Pancasila (PP). Mereka menguasai lahan itu sejak tahun 2017 dan ditaksir mampu meraup uang hingga Rp7 miliar dari parkir.
Dalam kasus itu, polisi telah menangkap dan menetapkan 30 pengurus serta anggota PP Tangsel sebagai tersangka. Ketua MPC PP Tangsel berinisial MR juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kemudian kasus lainnya, pemalakan pedagang di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Kabupaten Bekasi oleh ormas Trinusa.
Mereka telah melakukan aksinya sejak tahun 2020 dan ditaksir mendapat pendapatan hingga Rp5,8 miliar dari hasil pemalakan. Uang hasil pemalakan itu tiap harinya dibagi-bagi dengan rincian untuk ketua umum mendapat Rp1,2 juta-Rp1,6 juta dan sedangkan pengurus atau anggota mendapat Rp50 ribu-Rp200 ribu.
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap lima anggota ormas Trinusa. Yakni, Ketua Umum Ormas Trinusa berinisial RG alias Boksu (47) dan empat orang anggotanya masing-masing AR alias Boyor (35), EJ alias Doping (45), AS alias Jery (38), dan MR (46).
Sumber: CNN Indonesia


0 komentar :
Posting Komentar