Acara dimulai pada siang hari dengan kirab budaya yang start dari kediaman Kepala Desa Ketangirejo, Suwarni. Kirab ini diikuti oleh seluruh elemen pemerintahan desa, lembaga desa, serta tokoh masyarakat. Keunikan tahun ini terlihat dari kehadiran para tamu undangan istimewa, yakni mantan Kepala Desa, mantan Sekretaris Desa, serta perangkat desa yang telah purna tugas. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu dan menjaga silaturahmi lintas generasi kepemimpinan di desa tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ketangirejo, Suwarni, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa Sedekah Bumi Apitan adalah momentum spiritual untuk memperkuat ikatan sosial dan melestarikan kearifan lokal.Ujar Suwarni
Suwarni juga berharap, setelah pelaksanaan sedekah bumi, Desa Ketangirejo akan semakin aman, tentram, dan warganya diberikan kelancaran rezeki serta kesehatan.
Sekretaris Desa Ketangirejo Catur Kurniawan SH,menyampaikan bahwa persiapan acara telah dilakukan secara matang selama beberapa minggu terakhir.
"Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Dari pengumpulan hasil bumi untuk gunungan hingga persiapan tempat, semua melibatkan partisipasi aktif Pemdes dan warga. Ini bukti bahwa semangat gotong royong di Ketangirejo masih sangat kuat," ungkap Catur.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketangirejo, Sugiono, menambahkan bahwa dukungan BPD terhadap acara ini merupakan wujud komitmen lembaga legislatif desa dalam melestarikan budaya.
Usai prosesi siang hari yang diakhiri dengan rebutan gunungan yang berlangsung seru, rangkaian acara berlanjut hingga malam hari. Warga disuguhi hiburan kesenian tradisional Ketoprak Kangen Marsudi Budoyo Pertunjukan sayang kulit yang menceritakan kisah-kisah sejarah atau legenda lokal, yang berhasil menarik minat warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk duduk bersantai menikmati pertunjukan hingga larut malam.
Dengan suksesnya pelaksanaan Sedekah Bumi Apitan tahun 2026 ini, Desa Ketangirejo kembali membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi perekat sosial yang kuat dan sarana refleksi spiritual bagi masyarakat modern.
Tim Liputan JMI/Heru gun
0 komentar :
Posting Komentar