Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dilakukan terhadap seluruh pelaku usaha guna menghimpun data dasar yang akurat dan komprehensif mengenai berbagai kegiatan usaha serta kondisi perekonomian di Indonesia.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) dalam arahannya menyebut bahwa sensus ekonomi ini sangat penting karena menghasilkan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan pembangunan.
"Pembangunan harus berbasis data”terangnya
"Terima kasih kepada BPS, Kami ingin seluruh akses dan aset terpotret dan terdata, sehingga bisa merumuskan strategi pembangunan di 2027, 2028, dan 2029. Kita bisa menggunakan data ini sebagai panduan pembangunan”jelasnya
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi, khususnya di Jawa Barat, memiliki peran yang sangat penting mengingat besarnya kontribusi Jawa Barat terhadap perekonomian nasional.
"Perekonomian Indonesia 13% disumbang oleh Jawa Barat”ungkapnya
Dr. Sonny menuturkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menyediakan data yang rinci mengenai kondisi usaha dan industri dalam berbagai skala.
"Kalau sensus ekonomi selesai, kita bisa tahu kondisi secara rinci tidak hanya kondisi masyarakat tapi industri”terangnya
Ia berharap dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh _stakeholder_ demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Turut hadir dalam acara tersebut kepala daerah se-Jawa Barat, jajaran BPS, serta tamu undangan lainnya.
Pewarta: Agus Hamdan
0 komentar :
Posting Komentar