WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pelaku Pemotong Kemaluan Karyawan Pabrik Kertas Tetangga Korban, Polisi: Ada Motif Asmara

Rabu 27 April 2016 | 10:50 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto © 2016
Mojokerto, JMI - Sumarsono (31), karyawan pabrik kertas yang terkapar bersimbah darah dengan kemaluan terpotong tak hanya menjadi korban pembegalan. Hasil penyelidikan polisi, pelaku penganiayaan adalah kakak beradik yang tak lain tetangga korban di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Penganiayaan sadis disertai perampasan motor ini dipicu persoalan asmara.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengatakan, pihaknya menetapkan dua orang tersangka yang memotong kemaluan Sumarsono dan membawa kabur sepeda motor korban. Keduanya adalah SM (30), suami Asriati (27) dan SL yang tak lain adik SM. Menurut dia, penganiayaan sadis ini sudah direncanakan kedua tersangka.

"Setelah saya mintai keterangan korban, ada motif asmara. Istri tersangka digoda korban, dipegang buah dadanya," kata Budi kepada wartawan, Selasa (26/4/2016).

Budi menjelaskan, korban dekat dengan istri pelaku sejak 2 bulan yang lalu. Karyawan pabrik kertas di Prambon, Sidoarjo ini kerap bertemu dengan Asriati di kamar mandi umum di dekat tempat kerjanya. Di tempat itu, diduga korban kerap memegang payu dara dan mencium istri SM.

Perbuatan korban itu, kata Budi, juga dibenarkan istri tersangka SM. Kepada petugas, Asriati mengaku dekat dengan korban dan sering bertemu di kamar mandi umum di dekat pabrik kertas. Istri SM kerap curhat ke korban bahwa suaminya tempramental.

"Perbuatan korban itu diketahui adik tersangka (SL). Adik tersangka kemudian bilang ke kakaknya. Puncaknya pada Minggu (24/4) malam, tersangka cek-cok dengan istrinya. Pelaku sempat menganiaya istrinya dengan celurit hingga luka di telinga dan hidung," terangnya.

Dalam pertikaian malam itu, lanjut Budi, SM memaksa istrinya untuk meminta nomor ponsel Sumarsono. Tersangka dendam dengan korban lantaran tahu istrinya dekat dengan korban.

"Tersangka lalu perintahkan ke istrinya untuk meminta nomor HP korban, kebetulan korban dan istri tersangka bertemu dengan korban di dekat pabrik dan diberi nomor HP," ungkapnya.

Pada Senin (25/4) malam, SM pun menghubungi korban menggunakan ponsel istrinya. Dalam pesan singkat (SMS) itu, tersangka mengajak korban untuk bertemu di jalan sepi di dekat tempat pembuangan limbah pabrik kertas di Desa Bangun. Korban yang mengira SMS tersebut dari Asriati lantas berangkat ke lokasi.

Tanpa disadari korban, ternyata SM dan SL membuntuti korban yang datang ke lokasi seorang diri. Di jalan sepi itu, kedua tersangka menghadang laju sepeda motor korban. Tanpa basa-basi, tersangka menghujani tubuh korban dengan senjata tajam. Bahkan, kedua pelaku tega memotong kemaluan korban.

"Pelaku mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya. 'Burung' korban dalam kondisi terpotong," sebut Budi.

Tak hanya menganiaya Sumarsono, kakak beradik itu juga merampas sepeda motor Honda Vario, dompet dan ponsel korban. Sementara korban yang bersimbah darah ditolong warga sekitar dan dievakuasi ke RSUD Dr Soekandar Mojosari.

"Pelaku kabur ke luar kota, masih kami cek terus keberadaannya. Mudah-mudahan segera tertangkap," pungkas Budi. 

(momon/dtk/jmi) 

Editor : Saddam Al-Khadafi
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Politisi Muda Partai Gerindra, Zennieta Frara Melenggang Ke DPRD Subang

Subang, JMI - Politisi muda yang pernah menjadi mojang Subang tahun 2017-2019, Zennieta Frara, S.Pd, (Neng Zanet) telah mengunci satu kur...