WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Tertutup Longsor, Akses Cibadak-Pelabuhan Ratu Terhambat

Senin 18 April 2016  | 14:45 WIB
Kendaraan melintas di lokasi longsor di Jalan Cibadak-Cikembar-Cibadak, Desa/Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/4/2016) ©2016
Sukabumi, JMI - Pascahujan deras beberapa jam, ruas Jalan Cibadak-Cikembar-Pelabuhan Ratu terhambat tanah longsor di Kampung Cikembang, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/4/2016) dini hari.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00:15 WIB. Material longsor berupa tanah dan bebatuan besar menimbun di ruas jalan nasional tersebut. Hingga Senin pukul 12:30 WIB material longsor berupa bongkahan batu masih menghalangi jalan.

Selain menimbun ruas jalan selebar enam meter ini, sebuah batu besar seukuran kerbau dewasa menghantam warung di pinggiran jalan. Akibatnya kios bensin rusak dan bangunan warung menjadi miring.

"Kami sekeluarga sempat kaget mendengar suara keras bergemuruh di luar. Setelah kami lihat keluar ternyata jalan di depan sudah tertimbun tanah dan batu-batu," ungkap Edin (45) pemilik warung kepada Kompas.com, Senin (18/4/2016).

Saat kejadian, lanjut Edin, nampaknya tidak ada kendaraan motor (ranmor) yang melintas. Setelah tanah dan batu menimbun jalan kendaraan baru berdatangan dan akhirnya berhenti karena tidak bisa melintas.

Selain menimbun jalan, sebongkah batu besar juga merubuhkan kios bensin yang ada di depan warung. Batu besar itu juga menghantam bangunan warung terbuat bilik bambu hingga mengakibatkan pondasi dan kayu-kayu miring.

"Ini tempat biasa kalau ada yang ngopi di sini, sekarang rusak. Begitu juga bangunan utama juga ada yang rusak," ujar Edin sambil menunjuk ke kayu-kayu tiang penyangga yang miring.

Arus lalu lintas mulai bisa melintas sekitar satu jam kemudian, sekitar pukul 01:00 Wib. Namun hanya satu jalur yang bisa dilintasi, karena meterial batu besar seukuran truk engkel tidak bisa digeser. Sedangkan tanah dan pepohonan yang ikut tumbang bisa dibersihkan.

"Untuk menggeserkan batu seukuran anak kerbau ini juga didorong bagian depan truk toronton," ungkap Dadang (53) salah seorang warga yang ikut kerja bakti membersihkan material tanah longsor.

Pantauan Kompas.com hingga Senin sekitar pukul 13:00 WIB, para petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dam unsur Muspika Bantargadung beserta masyarakat masi berupaya membersihkan material longsor.

(Aceng/kps/red) 

Editor : Saddam Al-Khadafi
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Dukung Produktivitas Pertanian, Dinas PUTR Majalengka Gencar Optimalisasi Saluran Irigasi

MAJALENGKA, JMI - Dalam upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupat...