![]() |
| Ilustrasi |
“Kami risih nongkrong di sini (Lenggang Jakarta Kemayoran, red), PSK-nya masih ada saja. Padahal kan ini tempat sudah bukan lagi kayak dulu, tapi kenapa masih marak saja? ,” ucap Yuni, 30, salah satu pengunjung Lenggang Jakarta Kemayoran. Ia pun berharap ada tindakan dari Pemkot Jakarta Pusat.
Sementara itu, hal serupa juga dikeluhkan salah satu pemilik kios kuliner di Lenggang Jakarta Kemayoran. Pedagang yang tidak ingin disebut namanya ini mengaku resah karena beberapa para wanita pekerja seks tersebut, kerap mangkal dan duduk di bangku miliknya yang disediakan untuk pengunjung.
Pantauan di lokasi, pelacur jalanan tersebut biasa mulai beraksi sekitar pukul 21:00. Dengan make up tebal dan mengenakan pakaian sedikit seksi, mereka berlagak sebagaimana pengunjung. Tak hanya itu, terkadang para wanita tersebut mencari mangsanya dengan melempar senyum genit sambil duduk menikmati kuliner di Lenggang Jakarta Kemayoran.
Camat Kemayoran, Herry Purnama, mengatakan sedikit sulit untuk memastikan apakah mereka memang pelacur jalan atau pengunjung Lenggang Jakarta Kemayoran. “Tapi pada prinsipnya kita tidak akan membiarkan bila memang ada praktek prostiusi di wilayah Kemayoran. Dan kalau memang didapati, pasti langsung kita tertibkan,” ucapnya singkat.(Pos Kota)

0 komentar :
Posting Komentar