WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Jumlah Seluruh PDP Sampai Kamis Sore Tercatat 21 Orang, 3 Orang PDP Masih dalam Perawatan Intensif di RSUD Ci Ereng Subang

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Subang, Bapak H. Aminuddin
SUBANG, JMI -- Jumlah (PDP) keseluruhan yang terpapar Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 21 orang. Dalam konferensi persnya Pemerintah Kabupaten Subang melalui Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr.Nunung Syuhaeri Mars kepada para awak media mengungkapkan perkembangan terkini covid -19 di Kabupaten Subang, Bertempat di posko gugus kendali tugas Pemda Subang, Rabu (16/4/2020).

Menurutnya, terkonfirmasi total pasien terpapar Covid-19 sampai sore hari ini  masih tiga orang dan mereka masih dalam perawatan intensif.

“Alhamdulillah kami juga sempat komunikasi semuanya dalam keadaan sehat, jadi tidak ada lagi keluhan selama proses isolasi di rumah sakit,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata dr.Nunung, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Subang dari awal sampai sekarang tercatat sebanyak 21 orang.

“Saat ini tinggal 3 orang PDP yang mendapat perawatan secara intensif di ruang isolasi Alamanda RSUD Subang. Adapun pasien PDP yang meninggal dunia, yaitu 2 orang asal Subang dan 2 orang laginya dari luar Kabupaten Subang. Dia meninggal dunia dalam keadaan status PDP, artinya belum tentu karena penyakit Covid. Karena hasil swabnya yang belum keluar,” jelasnya.

Sementara itu, kategori orang dalam pemantauan (ODP), dari awal sampai sekarang tercatat 4.373 orang. Setelah menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dan sudah selesai 3.350  orang.

“Berarti yang saat ini masih berstatus ODP di Subang 1.023 orang. Adapun yang meninggal dunia dengan status ODP. Yang bersangkutan pun belum diketahui hasil swabnya apakan covid atau bukan,” paparnya.

Untuk 14 pasien ODP yang hasil rapid tes nya positif, lanjut Nunung, saat ini kondisinya dalam keadaan sehat sedang menjalani isolasi di eks gedung asrama putri Subang.

“14 ODP tersebut  beberapa hari lalu telah menjalani tes swab. Tinggal menunggu hasilnya dari Labkesda. Walaupun rapid tes nya positif mudah-mudahan hasil swabnya negatif,” ujarnya.

Menyikapi adanya pemberitaan, Ia pun dengan tegas membantah bahwa jubir gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Subang menyatakan bahwa pasien PDP itu meninggal karena covid.  Adapun hasil rapid tesnya yang bersangkutan memang positif.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, Dr. Nunung Syuhaeri Mars
"Artinya hasil rapid tes positif bukan berarti dia diagnosa corona. Namun diagnosa itu harus dihasilkan dari tes swab. Dan tes swab itu sudah dilakukan oleh pasein, namun sampai sekarang belum ada. Walaupun dalam proses pemakaman kita perlakukan seolah-olah beliau menderita penyakit itu. Karena memang standarnya seperti itu. Jadi sekali lagi saya katakan saya tidak pernah PDP yang di kasomalang itu sebagai pasien yang terpapar corona,"tegasnya.

“Kami menghimbau lagi kepada masyarakat Subang agar mengikuti aturan Pemerintah, agar social distancing. Keluar rumah bila ada keperluan mendesak dan itupun harus menggunakan masker,” ajaknya.

Sementara itu Sekda Subang, H.Aminudin selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang mengucapkan turut berbela sungkawa dan prihatin kepada seluruh keluarga almarhum atau almarhumah yang ada di Kabupaten Subang atau diluar Subang pada momen covid-19 saat ini .

Dikatakan Aminuddin, Ia berpesan kepada masyarakat Subang, perlakukan jasad almarhum yang terjangkit status PDP dengan benar, karena hal tersebut bukanlah aib. Namun semata-mata adalah wabah yang datangnya dari negara luar dan melanda dunia.

"Sekali saya minta kepada masyarakat memahami dengan bijak hal-hal seperti itu," terangnya.

Menghimbau kepada masyarakat agar tanggap terhadap perkembangan covid -19 . Dimana protokol dan aturannya sudah jelas baik dari Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sampai kepada himbau-himbauan. Laksanakan hal tersebut, seperti diam di rumah cuci tangan, menggunakan masker, dan tidak berpergian keluar rumah kecauali ada keperluan mendesak," pungkasnya.

AGUS HAMDAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Assyifa Peduli Gelar Khitanan Massal Gratis, 34 Anak di Sunat Massal

Subang, JMI - Assyifa Peduli kembali menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal Gratis dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1...