WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dengan Normalisasi Sungai Dan Avour, 75 Persen Wilayah Kab. Grobogan Segera Bebas Banjir


GROBOGAN JMI,
Kabupaten Grobogan yang merupakan Kabupaten terluas nomor 2 di Jateng setelah Kabupaten Cilacap adalah wilayah dengan potensi besar dibidang pangan yakni padi, jagung dan kedelai. Keberhasilan produksi pangan di Grobogan yang memberikan sumbangan terbesar pangan di Jateng itu sudah tentu memerlukan keberadaan air baik teknis (pengairan) maupun tadah hujan. Untuk itu sebagai penopang irigasi pertanian, keberadaan sungai menjadi amat penting.

Bila tidak dikendalikan dengan baik  bisa bisa sungai yang ada berujung pada kejadian banjir terlebih pada musim hujan yang sebentar lagi kita rasakan bersama.

Normalisasi kali dalam kota Purwodadi

Sebagaimana kejadian banjir di sebagian wilayah Kabupaten Grobogan disebabkan karena meluapnya sungai yang melebihi daya tampungnya. Sehingga daripadanya, bisa merusak tanaman padi, harta benda penduduk bahkan nyawa manusiapun ikut melayang karenanya.

Di Grobogan, wilayah banjir tersebut sering terjadi disebagian wilayah Kec. Purwodadi, Penawangan, Godong, Gubug, Grobogan, Brati,  Kradenan, Klambu, Karangrayung, Pulokulon, Tegowanu.

Meski demikian, pengendalian banjir akibat meluapnya beberapa sungai dan anak sungai (avour) tetap dilaksanakan oleh Pemkab Grobogan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Pengendalian banjir tersebut dilakukan melalui kegiatan proyek normalisasi sungai dan anak sungai dengan tujuan bisa menekan sekitar 75 persen wilayah rawan banjir di Kabupaten Grobogan.

Kadinas PUPR Kab. Grobogan Een Indarto ST MM melalui Sekdin Wahyu TD menjelaskan kepada awak media termasuk jurnal media Indonesia untuk menekan sekitar 75 persen wilayah rawan banjir yang disebabkan oleh  adanya pendangkalan sungai,tahun 2022 dinasnya melakukan pekerjaan proyek normalisasi sungai dan avour sebanyak 60 titik tersebar di wilayah rawan banjir di Kab. Grobogan dengan dana milyar an rupiah. “Untuk mencegah banjir di wilayah rawan banjir tersebut, tahun ini kami laksanakan 60 titik proyek normalisasi” ungkapnya, Jumat (7/10/2022)

Sebagaimana diketahui, wilayah Kab. Grobogan dilalui sungai besar yakni Sungai Lusi , Sungai Serang , Sungai Tuntang,  kali Glugu, kali Jajar dengan puluhan anak sungai, dalam sistem pemerintahan tergabung dalam Jratunseluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juwana) dibawah wewenang BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pamali Juwana Semarang Kementerian PUPR RI.


Diakui Sekdin Wahyu TD, masih ditemukan beberapa kendala yakni air dari hulu Kendeng Selatan tidak maksimal karena adanya syphon saluran D1 Gelapan Timur dan Barat, bangunan bangunan hikmat milik PT. KAI diameter kurang besar dan tidak seimbang dengan debit air banjir.

Terkait kewenangan urusan persungaian, Dinas PUPR Kabupaten berbeda, yakni sedikit lebih rendah dari Dinas PUPR Propinsi. Demikian juga Dinas PUPR Propinsi lebih rendah dari BBWS yang merupakan kepanjangan tangan Kementerian PUPR itu sendiri. Oleh karena itu, menurut Supriyadi, kegiatan normalisasi sungai dan avour yang dilakukan merupakan kewenangan DPUPR Kabupaten, sebab jikalau terjadi hal hal diluar kewenangannya, DPUPR Kabupaten merujuknya ke Dinas PUPR Propinsi, bahkan hingga ke Kementerian PUPR.

Hal ini terjadi pada kasus banjir tahunan yang melanda warga dusun Mangonan Desa Karangsari ,Desa Lemah Putih,Desa Katakan, Desa Temon Kec. Brati Kab.  Grobogan. Dimana sawah warga selalu digenangi air luapan anak sungai Lusi yakni Kali Ksatrian yang melewati desa tersebut , hingga berbulan bulan. Hal ini sudah terjadi 10 tahun yang lalu hingga sekarang. Bahkan sudah diupayakan usulan penyudetan kali tersebut untuk pembebasan lahan tersebut dari banjir. “Usulan sudah pernah kami lakukan sejak puluhan tahun yang lalu, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. Kabupaten tidak sanggup mengatasi karena memerlukan dana besar” ungkap Sekdin DPUPR Grobogan Wahyu TD.

Bahkan tahun 2022 ini, Bupati Grobogan Sri Sumarni pernah melakukan negosiasi soal rencana penyudetan Kali Ksatrian di kawasan Mangonan tersebut ke Kementrian PUPR"mudah mudahan tahun ini bisa di realisasikan penyudetannya,saya ketemu langsung dengan pak mentri PUPR.ungkap Bupati Kepada beberapa awak media

Saat ini normalisasi kali ksatrian sepanjang 1500 meter dan avour mangonan termaduk lemah putih sepanjang 1500 sudah rampung di kerjakan,harapannya agar air yang menggenangi lahan persawahan warga teratasi dengan adanya normalisasi ini.

Warno(55) Ali(50) Jumar(60)warga desa lemah putih kecamatan brati yang sawahnya tsk bisa digarap hampir 3 tahun lebih ,saat ini mengaku senang dengan adanya normalisasi kali lemah putih sampai Ksatrian dan avour lemah putih mangonan ,saya selaku petani disini juga atas nama semua petani menyampaikan terimakasih kepada Ibu Bupati Grobogan dam Dinas PUPR ,dengan harapan semoga petani bisa kembali untuk tanam padi.

Beberapa Kepala Desa diantaranya Kades Tirem,Kades Lemah Putih,Kades Karangsari,Kades Katekan,Kades Temon Kecamatan Brati,Kades Cingkrong,Kades Pulorejo Kecamatan Purwodadi,Kades Harjowinangun Kec Godong,Kades TarumanKades Kandangrejo,Kades Penganten Kecamatan Klambu,menyampaikan hal senada ucapan terimakasih kepada Pemkab Grobogan dengan adanya kegiatan normalisasi sungai dari pihak PUPR,pihaknya berharap wilayahnya tak akan terjadi banjir lagi dan warga petani tidak selalu gagal tanam,maupun gagal tanam.


Heru Gunawan /JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

SMAN Darmaraja Menjadi Sekolah Idola

SUMEDANG, JMI - Pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2024 - 2025 di Sekolah menengah atas negeri Darmaraja untuk jalur prioritas terde...