WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Keracunan Massal di Lembang, Satu Orang Meninggal Dunia


Bandung Barat JMI,
Ratusan warga Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) keracunan massal sejak Senin (27/2/2023) subuh, menelan korban jiwa usai seorang warga dinyatakan meninggal dunia.

Informasinya pada Minggu (26/2/2023) mereka sebelumnya menghadiri hajatan yang digelar salah seorang warga Kampung Cijengkol RW 05.

Karmah (71), salah satu korban keracunan di Lembang dilaporkan meninggal dunia, Rabu (1/3) sekitar pukul 07.58 WIB setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Lembang sehari sebelumnya.

"Hari ini salah satu warga kami yang terkena dampak dari keracunan kemarin, namanya Ibu Karmah usia 71 tahun meninggal dunia tepatnya tadi jam 07.58 WIB," kata Kepala Desa Wangunsari, Diki Rohani saat dikonfirmasi.

Diki mengungkapkan, warganya itu sebetulnya tidak datang langsung ke acara hajatan tersebut karena kondisinya yang sudah sepuh dan sakit-sakitan. Namun ia tetap mengonsumsi makanan dari hajatan tersebut.

"Memang ibu ini sudah lama sakit-sakitan dan sebetulnya almarhumah tidak hadir dalam hajatan itu, tapi dapat makanannya karena diantar langsung ke rumah. Jadi almarhumah ini memang masih bagian dari keluarga besar yang hajatan," ujar Diki

Warga Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Lembang yang menjadi korban keracunan massal Bertambah menjadi 217 orang.

"Untuk warga yang belum lapor masih ada, kami menyikapi peristiwa ini dengan serius. Kami sisir ke rumah warga bahkan sampai yang di luar kampung. Jadi jangan sampai ada yang tidak mau dirawat," Kepala Desa Wangunsari, Diki Rohani saat dikonfirmasi.

Dari informasi yang diterimanya, jumlah warga yang diundang hadir ke acara hajatan yang digelar, Minggu (26/2) lalu itu mencapai 500 orang.

"Jadi kemungkinan korban bertambah masih ada. Di hari ke 3 ini, kami kedatangan 6 orang, tapi 4 orang pasien lama yang konsultasi, dan pasien barunya 2 orang," tutur Diki.

Pihak desa pun membuat posko darurat penanganan keracunan massal ini untuk mempermudah pendataan. Posko darurat itu berada di Masjid Al Hudaya, Kampung Cijengkol.

"Untuk posko kami buka 24 jam, jadi ada tim dokter dari Puskesmas Lembang, Jayagiri, dan Cikole. Di situ bisa dicek dan konsultasi. Kalau kondisinya kurang baik langsung dirujuk ke rumah sakit," ucap Diki.


dtk/ZR/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani Penuhi Panggilan Polda Gorontalo

Gorontalo, JMI - Warga di Kelurahan Tilihuwa Jalan Halantae Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo sudah sering memprotes keber...