WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Isu santer Kadisdikbud Subang Heri Sopandi Terima Uang Setoran Ratusan Juta dari Mantan Kandinkes Subang Dibantah Tidak Benar Adanya

Kadisdikbud Subang Heri Sopandi di dampingi kuasa hukum pengkab Subang Dede Sunarya saat menyampaikan keterangan pers di hadapan para awak media, Bertempat di lembah Gunung kujang, kecamatan ci Jambe, kabupaten Subang, Jawa Barat,pada 10/11/2025

Subang, JMI - Isu santer di kabupaten Subang yang di layangan salah satu media online kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang yang baru, Heri Sopandi yang sebelumnya menjabat sebagai plt.kepala Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kabupaten Subang.

Heri Sopandi yang biasa di sapa Hersop  di dampingi kuasa hukum Pemkab Subang Dede Sunarya saat konferensi pers di lembah Gunung kujang, kecamatan ci Jambe, kabupaten Subang, Jawa Barat,pada Senin 10/11/2025 .

Hersop," saat menyatakan keterangan pers di hadapan para awak media membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima uang setoran dari mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi.

Hersop ,"menegaskan kabar yang beredar di salah satu media online tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Terkait pemberitaan yang diduga saya menerima uang dari pak dr. Maxi untuk disetorkan kepada Bupati, itu tidak benar adanya. Saya belum pernah menerima uang dari beliau, tidak pernah meminta, dan tidak pernah ada pembicaraan soal itu,” ujar Heri Sopandi 

Lebih lanjut,"Hersop menepis dugaan adanya komunikasi dengan Bupati Subang terkait urusan uang seperti yang diberitakan.
Menurutnya, komunikasi yang ia lakukan dengan Bupati merupakan hal wajar dalam pelaksanaan tugas, namun tidak pernah membahas persoalan setoran dana.

“Kalau komunikasi dengan Bupati ya bisa tiga sampai empat kali sehari, tapi terkait permintaan uang itu tidak ada. Pak Bupati juga tidak pernah menyinggung hal seperti itu,” tambahnya.

Heri menyebut, pemberitaan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman di publik dan berpotensi mencemarkan nama baik.

“Itu sudah mengarah ke pencemaran nama baik. Saya harap pak dr. Maxi bisa lebih bijak dalam menanggapi pertanyaan wartawan agar tidak menimbulkan salah tafsir,” kata Heri.

Meski demikian, Heri mengaku belum berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia memilih menjadikannya sebagai introspeksi diri agar lebih berhati-hati dalam bersikap di depan publik.

Dirinya,"menegaskan bahwa sebenarnya secara pribadi tidak ada permasalahan dengan Dr Maxi.

“Saya tidak berharap masalah ini harus sampai ke hukum. Cukup jadi pengalaman bagi saya untuk lebih hati-hati,” Ungkapnya.


Pewarta: Agus Hamdan


Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar