Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM serta sejumlah pengurus koperasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.
Dalam forum tersebut, para pengurus KDKMP menegaskan bahwa keberhasilan program koperasi rakyat tidak dapat berjalan optimal apabila pengurus di lapangan hanya dijadikan pelengkap administrasi semata. Mereka menilai pengurus harus dilibatkan sebagai motor utama penggerak program, karena memahami langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Forum juga menekankan bahwa kekuatan koperasi sejatinya lahir dari daerah dan tumbuh dari kebutuhan masyarakat, bukan hanya berdasarkan instruksi formal semata. Oleh sebab itu, pengurus meminta adanya ruang kewenangan yang jelas agar koperasi dapat berkembang sesuai potensi lokal di masing-masing wilayah.
“Kami ingin koperasi benar-benar menjadi alat perjuangan ekonomi masyarakat. Ekonomi rakyat harus kembali kepada rakyat melalui KDKMP,” ujar salah satu peserta audiensi.
Selain itu, forum menilai pentingnya membangun pola sinergi yang sehat antara pengurus koperasi, tenaga pendamping, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan di lapangan.
Forum KDKMP juga mendorong adanya ruang komunikasi dan evaluasi secara berkala antara DPRD, pemerintah daerah, dan pengurus koperasi. Menurut mereka, kebijakan yang kuat dan tepat sasaran lahir dari dialog yang terbuka serta mendengar langsung kondisi riil di lapangan.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah poin utama yang disampaikan forum di antaranya meliputi:
1. Pengurus koperasi harus dilibatkan sebagai penggerak utama program.
2. Koperasi yang kuat lahir dari potensi dan kemandirian daerah.
3. Pengurus membutuhkan kewenangan yang jelas, bukan hanya beban tanggung jawab.
4. KDKMP harus menjadi sarana penguatan ekonomi rakyat berbasis lokal.
5. Pemerintah diharapkan hadir nyata mendukung kerja pengurus koperasi.
6. Kebijakan yang baik harus dibangun melalui dialog dan aspirasi lapangan.
Pewarta : Enju Juarsa
0 komentar :
Posting Komentar