WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dukung MT II 2026, Pemkab Majalengka Distribusikan Puluhan Alsintan

Majalengka, JMI - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyalurkan sebanyak 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan musim tanam kedua (MT II) tahun 2026 di sejumlah wilayah sentra produksi.

‎Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyampaikan bahwa bantuan yang berasal dari Kementerian Pertanian tersebut merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong swasembada pangan serta meningkatkan produktivitas petani.

‎Ia menuturkan, percepatan pengolahan lahan dan penanaman menjadi faktor krusial agar target produksi tetap tercapai, terutama di tengah dinamika dan tantangan cuaca yang tidak menentu. Dengan dukungan alsintan, proses pertanian diharapkan berjalan lebih efisien dan tepat waktu.

‎“Keberadaan alsintan memungkinkan petani mengolah tanah dan menanam lebih cepat, sehingga capaian produksi tetap terjaga,” ujarnya.

‎Menurut Eman, sektor pertanian di Majalengka saat ini menunjukkan tren menggembirakan dengan surplus beras yang mencapai sekitar 660 ribu ton setiap musim. Ia juga menegaskan bahwa distribusi alsintan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta karakteristik wilayah agar pemanfaatannya optimal.

‎Eman mengingatkan, seluruh bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau digadaikan. Pemerintah daerah akan menarik kembali alsintan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan apabila ditemukan penyalahgunaan.
‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan rincian bantuan yang disalurkan, yakni empat unit traktor roda empat, 34 unit traktor roda dua, tujuh unit pompa air, 20 unit hand sprayer, serta tiga unit excavator.

‎Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya fokus pada penyaluran, tetapi juga menjamin keberlanjutan pemanfaatan alsintan. Untuk itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) ditugaskan mendampingi kelompok tani penerima, mulai dari pengoperasian hingga perawatan alat.

‎Gatot menilai keberadaan alsintan, khususnya pompa air, menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau. Pemerintah daerah pun akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar seluruh bantuan digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan dampak maksimal bagi petani. 

PEWARTA: Yaya Ruhiyat
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar