Pohuwato, JMI - Persoalan sulitnya untuk melakukan pengisian BBM Pertamina dirasakan
langsung oleh sejumlah pengguna atau warga masyarakat Pohuwato, Senin (11/05/2026).
Dari pantauan awak media JMI dilapangan terlihat antrian di pengisian BBM Pertamina yang semakin ramai didatangi konsumen pribadi dan diduga juga didatangi oleh para penimbun yang silir berganti mengantri BBM menggunakan motor yang diduga dimodifikasi tangka agar bisa menampung lebih banyak BBM.
Hal ini membuat pelayanan BBM dari Pertamina kepada konsumen pribadi yang berniat mengisi langsung ke POM Bensin Pertamina menjadi tidak optimal dan terkesan dibiarkan tanpa aturan.
Maka
dari itu kami meminta dari pejabat pemerintah dalam hal ini jajaran direksi
serta Dewan Komisaris Badan usaha milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero ) untuk
melakukan peninjauan kembali terkait persoalan pengisian BBM dan meminta kepada
pemerintah yang terlibat dalam pemberian izin
rekomendasi terhadap para
pengantri di Pertamina di semua kabupaten yang ada di provinsi Gorontalo.
Bila
hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan terjadi perkelahian, saling merampas
untuk mendapatkan antrian. .jpeg)
Mohon dari pejabat pemerintah bagian pemberian izin rekomendasi pengisian BBM untuk di tarik dan di kurangi dengan ketentuan sesuai Regulasi yang tujuannya untuk mengurangi para mafia-mafia yang terlibat dalam menimbunan BBM tersebut, Demi menjaga kestabilan, keamana para pengendara roda empat maupun Roda dua.
Kami pun ikut merasakan antrian tersebut sehingga kami sebagai kontrol media sosial sebagai mitra pemerintah dan aparat terkait dari pihak TNI dan Polri merasa resah dan terganggu meskipun ini telah menjadi hak setiap masing masing individu mendapatkan bbm, maka melalui media ini kami akan mewakili seluruh elemen masyarakat untuk kami terbitkan persoalan ini.
Koordinator JMI: Lukman Tahir
0 komentar :
Posting Komentar