WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Maruar Sirait Menteri PKP Soroti Keras Kinerja Bank BJB Turun Drastis, Dinilai Sangat Memprihatikan Dalam Penyaluran KUR Perumahan

Subang, JMI
– kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait ke kabupaten Subang dalam rangka sosialisasi kredit program perumahan, Bertempat di Aulia Pemda Senin,5/10/2026.

Dalam kunjungannya tersebut Maruar Sirait menyoroti tajamnya kinerja Bank Jabar Banten (BJB) yang dinilai sangat memprihatinkan. Hal itu disampaikannya saat sosialisasi kredit program perumahan.

Maruar Sirait  yang biasa di sapa Bang Ara Saat menyampaikan sosialisasi Di hadapan Sekda Jawa Barat yang juga menjabat Komisaris Bank BJB, Dirinya blak-blakan membongkar data penurunan prestasi Bank BJB di level nasional.

“Dari data itu, Pak Sekda, saya secara yakin Pak Sekda sebagai Komisaris Bank Jabar itu kinerjanya sangat memprihatinkan. Tahun lalu Bank Jabar juara 1, sekarang sama Bank Bali kalah, sama Bank Jawa Tengah kalah, sama Bank Jawa Timur kalah, nomor 4. Ya, sayang sekali,” Tandasnya.

Lebih lanjut,"Maruar Sirait sangat menyayangkan Bank BJB yang justru menjadi penonton di tengah besarnya potensi UMKM di Jawa Barat. Padahal, tahun lalu di bawah kepemimpinan almarhum Dirut Yusuf, Bank BJB sempat menjadi juara 1 nasional.

“UMKM ini di Jawa Barat banyak banget, sebenarnya jangan Bank Jabar menjadi penonton. Tahun lalu pernah juara 1 Bank Jabar, waktu Dirutnya dulu almarhum Pak Yusuf. Jadi saya hanya menyampaikan data dan fakta, semoga ini bisa evaluasi kinerja dari Pak Sekda,” ujarnya.
Ia meminta penurunan kinerja ini menjadi perhatian serius, mengingat besarnya dampak ekonomi dari sektor perumahan.

“Pak Sekda sangat tahu bagaimana multiplier effect daripada perumahan. Ini adalah KUR yang diciptakan oleh Presiden Prabowo, karena belum pernah ada KUR perumahan. Baru setahun ini, sebelumnya belum pernah ada,” jelasnya.

Ara menjelaskan, KUR Perumahan ini sangat pro-rakyat kecil. Untuk plafon di bawah Rp 100 juta tidak pakai jaminan dan bunganya hanya 6 persen, sehingga bisa menyelamatkan masyarakat dari jeratan rentenir.
“Dan bisa membantu UMKM di bawah 100 juta nggak pakai jaminan, bunganya hanya 6%, itu bisa membuat harusnya keluar dari rentenir. Dari jeratan rentenir. Dan bisa menggerakkan juga dari segi demand, toko bangunan, kontraktor, developer,” paparnya.

“Saya sangat sedih kalau di Jawa Barat Bank Jabar menjadi nomor 4 di Indonesia, yang tadinya nomor 1. Saya minta ini jadi perhatian, dan tadi saya minta wartawan menyampaikan apa adanya, apa yang saya sampaikan. Harusnya Persib juara 1, Bank Jabarnya juga juara 1,” pungkasnya.

Pewarta: Agus Hamdan
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar