WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Diguyur Hujan, Tegal Alur Macet Parah karena Terendam Air

Jakarta JMI, Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Ibu Kota. Akibatnya, menimbulkan genangan di sejumlah tempat sehingga menyebabkan lalu lintas menjadi tersendat.

Seperti yang terlihat di ruas Jalan manyar  mengarah ke warung pojok tergenang banjir. Ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter pada selasa (18/1/2021).

Akibatnya Macet parah terjadi dari mulai siang hingga sore hari. Hingga banyak warga yg mengeluh akibat macet dan akses yang ingin dilalui banjir, hingga tempat tinggal ikut terendam karena banjir, berikut komentar warga.

Heru, pengendara motor yang berprofesi sebagai pengantar catering mengaku jarak tempuh dari jembatan Manyar ke Warung Pojok memerlukan waktu 4 jam.

"Dari depan toko obat Kurnia ke Warung Pojok, 4 jam. Sekarang saya gak tau mau kemana lagi, karena banjir dimana-mana,” keluhnya.

Marisa, bertempat tinggal di jalan Warung pojok, pasar Alur Kuning, salah satu warga yang terdampak banjir.

“Banjir sudah sepaha, sehingga tidak bisa beraktivitas kemana-mana,” katanya.

Ayu, warga Rt 15 Rw 03 kelurahan Tegal Alur, rumahnya sudah kemasukan air sejak pagi tadi. Di rumah tersebut ada lansia mengalami struk, orang tua dari Ayu, tidak bisa kemana-mana karena tidak ada yang bantu evakuasi.

“Didalam rumah air sudah sepaha atau sekitar 50cm. Mama saya tidak ada yang bantu gotongin untuk evakuasi, kalau bisa ada bantuan sembako, makanan, dan selimut,” kata Ayu.

Daping, petugas kebersihan wilayah  pun mengalami kebanjiran, dan sudah mengungsi ke rusunawa.

“Banjir sudah masuk rumah 20cm, dan saya sudah mengungsi ke rusunnawa di lantai dua,” kata Daping.

Dirun, pengusaha tahu dan tempe bertempat tinggal di wilayah belakang Pasar Alur Kuning wilayah Warung Pojok, banjir lebih dalam lagi. Kedalaman dari 60cm hingga 80cm. Hari ini tak bisa kemana-mana karena banjir dimana-mana.

“Macet dimana-mana, Manyar banjir, Karang Jaya arah perapatan Tegal Alur banjir gak bisa lewat,” ungkapnya.

Dalam situasi saat ini warga membutuhkan pemerintah mempersiapkan kemungkinan yang terburuk terjadi karena curah hujan yang masih tinggi. 

Warga berharap pemerintah membuat posko banjir dan tempat pengungsian atau tenda darurat.  Di Tegal alur sendiri Ada beberapa warga yang bingung mau tidur dimana karena rumahnya kebanjiran.

Faisal 6444/Red/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Sosialisasi Hibah Tanah Dari Pemerintah Kab. Tangerang Ke Pemerintahan Desa Tobat

Tangerang JMI , Silaturahmi Dan Sosialisasi Hibah Tanah Dari Pemerintah Kabupaten Tangerang Ke Pemerintahan Desa Tobat Kecamatan Balaraja ka...