WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Diduga Ada Niat "Jahat" Dibalik Pemanggilan Anak Bupati Majalengka ke Kejati Jabar


MAJALENGKA JMI
, Pemanggilan Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka, berinisial INA oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, dalam kapasitas sebagai saksi melahirkan cerita baru.

INA sendiri telah dimintai konfirmasi oleh pihak penyidik Kejati Jawa Barat, terkait proses revitalisasi Pasar Sindangkasih, Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Kendati demikian, Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi berharap tidak ada skenario lain dibalik pemanggilan Kepala Bapenda yang juga putra dari Bupati Majalengka tersebut.

"INA telah memenuhi pemanggilan penyidik Kejati Jawa Barat. Namun, ia hanya diminta konfirmasi perihal proses Pasar Cigasong tersebut," kata Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Kamis (3/11/2022).

Oleh karena itu, Bupati berharap, tidak ada unsur politik di balik pemanggilan INA oleh penyidik Kejati Jawa Barat tersebut. Karena, sangat berbahaya kalau murni masalah hukum dicampuradukan dangan politik.

Menurut Karna Sobahi, dalam kesempatan tersebut, INA telah menjelaskan secara utuh proses itu sesuai ketentuan. Konfirmasi pun hanya seputar untuk memastikan bahwa proses tersebut benar menggunakan konsultan dari Irjen Kemendagri.

"Alhamdulillah, pihak pemeriksa pun memahami hal itu," ujar Bupati Majalengka, Karna Sobahi.

Selain itu, Karna Sobahi juga menegaskan, bahwa INA sendiri telah menyakinkan tidak ada aliran dana dalam bentuk gratifikasi. Bahkan, ia juga mempersilahkan bukti buktinya. Seperti, siapa yang memberinya dan dimana.

"Sehingga anak saya sangat berkeyakinan tidak ada aliran dana yang ia terima. Makanya saya minta kepada INA, jelaskan sejelas-jelasnya duduk persoalan Pasar Cigasong tersebut," ujarnya.

Kendati demikian, Bupati meminta agar INA tetap konsisten dalam mengahadapi proses tersebut. "Hormati dan hargai Jaksa, karena itu tupoksinya dan tentunya sebagai doktor hukum pidana INA harus konsisten dan berani menyatakan kejujuran," katanya.

Sementara itu, tentang munculnya berita liar yang dianggap tidak proporsional, menurut Karna Sobahi, hal itu wajar. Mengingat dengan segala kepentingan politik dan ketidakpuasan pihak tertentu, terlebih saat ini telah memasuki tahun politik.

Sebagai bupati, dirinya meminta tetap tidak terprovokasi yang menimbulkan keresahan. Karena, saat diminta konfirmasi baik oleh pihak kejaksaan maupun kepolisian itu hal yang biasa dilakukan oleh siapa saja.

"Yang terpenting, berikan keterangan yang benar dan faktual. Yang salah akui, yang praduga luruskan dan tuduhan buktikan. Terpenting saat ini kita fokus saja untuk bekerja. Karena Pileg dan Pilkada masih jauh. Dan yang terpenting saat ini tetap bekerjalah untuk rakyat, agar rakyat terlayani," jelasnya.


Yaya Ruhiyat/JMI/Red

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Simulasi Pilpres, Charta Politika Indonesia: Duet Ganjar-Prabowo Terkuat, Menang Satu Putaran

JAKARTA, JMI - Hasil survei terbaru Charta Politika Indonesia menunjukkan duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto bakal menjadi pasangan c...