WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Banjir di Grobogan dan Demak Belum Surut, Ratusan Area Pertanian Terendam Berakibat Gagal Panen

GROBOGAN, DEMAK JMI - Banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Lusi mengakibatkan ratusan Lahan pertanian yang ada di sebagian wilayah kabupaten Demak dan grobogan terendam banjir hampir sudah satu minggu.hal tersebut pastinya membuat para petani cukup menderita akibat gagal panen, hingga saat ini belum juga menunjukkan adanya tanda- tanda air surut,bahkan terlihat mengalami penambahan dikarenakan intensitas hujan di wilayah Grobogan dan sekitarnya masih cukup tinggi.

Ratusan warga di empat desa yaitu desa merak, desa Bugel,desa godong dan desa klampok melakukan kerja bakti bersama sama  membendung tanggul dengan menggunakan kantong karung seadanya yang di isi  tanah atau pasair dan bahan material lain guna untuk mengantisipasi agar air tidak meluber, Sabtu 07/01/2023

Sekcam Dempet,(Sarkawi )juga kepala desa merak,Bisri bersama warga desa melakukan pemantauan disekitar tanggul waspada sewaktu waktu air mengalami penambahan dan meluber ke pemukiman warga.

Menurut Sekcam Dempet (Sarkawi) satu Minggu ini dirinya aktif memantau situasi kondisi di wilayah desa merak dan sekitarnya yang termasuk masih wilayah jangkauannya,ratusan hektar di area persawahan baik di desa merak ,Bugel,godong ,klampok terendam banjir hampir 3 meter bahkan ada yang mencapai 4 meter sehingga  mengakibatkan petani gagal panen dikarenakan sudah hampir satu Minggu banjir merendam area persawahan,juga terkait bencana ini kami sudah koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Demak termasuk BPBD, Dinas Pertanian.Terang Sekcam

Hal yang sama juga di sampaikan Kepala Desa Bugel Kecamatan Godong (Wahid Kurniawan) kita semua bersama unsur muspika termasuk Polsek ,Koramil,Pol PP, Pemdes,serta dibantu dari beberapa para relawan termasuk anggota Banser yang selalu siap siaga dalam memantau kondisi situasi bilamana sewaktu waktu air meluber,makanya kita hari ini melakukan pembendungan sementara menggunakan karung yang di isi menggunakan tanah,bahkan kemarin tanggul sempat longsor tapi alhamdulilah bisa teratasi,namun yang kita sayangkan adalah gagal panen akibat banjir ini membuat ratusan persawahan milik petani terendam tentunya padi yang siap panen membusuk karena sudah satu minggu banjir belum juga surut.Terang Kades Bugel
Perwakilan dari BBWS  pamali juwana (Wachid) kepada jurnal media indonesia.com menyampaikan bahwa terkait banjir yang ada di sebagian wilayah Kabupaten Grobogan dan Demak ini memang berawal dari meluapnya sungai Lusi dimana debit air terlalu besar sehingga ketinggian air disekitar sungai Lusi tak berimbang bahkan terlihat lebih tinggi,dengan kondisi seperti ini untuk pintu bendung klambu sudah kita lakukan buka full , bahkan yang bendung wilalung juga sudah di alihkan ke kali juwana,akan tetapi juga belum bisa teratasi  dikarenakan debit air yang cukup besar serta masih adanya intensitas curah hujan yang tinggi.Jelas Wachid

Yang jelas dari kami tentunya selalu memantau dan waspada dengan cara bersama sama menggunakan alat seadanya seperti halnya melakukan bendung penahan sementara menggunakan karung sak serta memberikan arahan kepada warga masyarakat sekitar agar selalu waspada  .ujar Wachid
Dari sederetan musibah banjir di Grobogan dan wilayah sekitarnya perlu kita kembali melakukan evaluasi bersama baik Pemerintah Daerah bersama beberapa instansi terkait,warga masyarakat supaya sadar untuk bisa mengelola alam dengan baik , seperti halnya melindungi hutan ,normalisasi sungai serta melakukan serapan air dengan cara menghijaukan hutan kembali,semoga musibah ini cepat berlalu tanpa memakan korban meskipun terlihat kerugian para petani begitu terasa namun apa hendak di kata itulah musibah.

Heru Gun/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Zulhas : Ancam Tutup Agen atau Pabrik yang Curangi Minyakkita Tak Main-main

Jakarta JMI, Keberadaan Minyakita langka di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bandung. Harga minyak goreng bersubsidi itu juga sudah di atas...