WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Tanah Perlintasan Rel Amblas, KRL Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi 3 Hari


Bogor, JMI - Tanah amblas yang terjadi di perlintasan kereta api Bogor-Sukabumi KM 11+9 tepatnya di Cigombong, Kabupaten Bogor, mengakibatkan pelayanan KRL Bogor-Sukabumi dihentikan selama 3 (tiga) hari kedepan.

"Iya betul, perjalanan kereta api Bogor-Sukabumi dibatalkan semua. Jadi tidak ada perjalanan kereta selama 3 hari kedepan," kata Kepala Stasiun Bogor, Darmin saat ditemui di Bogor, Senin (21/3/2016).

Saat ini, proses perbaikan masih dilakukan. Ia berharap, pengerjaan bisa lebih cepat selesai agar pelayanan bisa kembali dilakukan. Sekitar 50 orang sudah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan jalur. Alat berat juga diperbantukan untuk membantu percepatan perbaikan.

"Tapi memang memperbaiki perlintasan itu kan tidak bisa cepat atau lambat, harus maksimal, harus aman, ya paling tidak 3 hari lah," katanya.

Darmin menjelaskan, jalur perlintasan kereta api Bogor-Sukabumi memang rawan longsor. Sehingga perlu perhatian lebih demi keselamatan penumpang.

"Jalur Bogor-Sukabumi ini memang berbeda dengan perlintasan di daerah lain. Tanah di jalur ini labil, sehingga rawan terjadi peristiwa seperti ini. Jalur ini memang perlu perhatian lebih, makanya petugas selalu stanby 24 jam," terang Darmin.

Darmin mengatakan, dalam jadwal pembarangkatan Senin (21/3) jumlah tiket yang sudah terjual sebanyak 834 tiket. Dengan rincian, 248 penumpang untuk tiga kali pemberangkatan dari Bogor menuju Sukabumi dan sebanyak 586 dari tiga kali pemberangkatan Sukabumi menuju Bogor.

"Seluruh tiket yang dikambalikan akan diganti sepenuhnya oleh PT KAI. Hingga Senin pagi, baru separuhnya penumpang terutama pemberangkatan pagi tiketnya sudah dikembalikan," katanya.

Seperti diketahui, tanah di perlintasan rel kereta api jurusan Bogor-Sukabumi, amblas pada Minggu (20/3/2016) malam, mengakibatkan perjalanan kereta api Sukabumi-Bogor terhenti. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, penumpang kereta api langsung mendapat pelayanan transportasi pengganti.

"Jadi tanah yang dilintasi rel itu amblas. Panjang ada 15 meter. Lebar mencapai 30 meter," terang Darmin, Senin (21/3/2016).

(dtk/daeng/red)
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Bupati Karawang Apresiasi Program UMKM Untuk Indonesia

Karawang, JMI - Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri Launching Program UMKM Untuk Indonesia Tahun 2024 yang bertempat di ...