WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Peringati HUT RI Ke-74, Pemda Subang Gelar Tabligh Akbar Tausyiah dengan Penceramah Mamah Dedeh

SUBANG, JMI -- Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menyelenggarakan tabligh akbar, dalam rangka tasyakur untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 tahun 2019 bertempat di halaman Pemda Subang dengan menghadirkan penceramah Mamah Dedeh dan Da’i cilik Daffa Ibdu Salam, Senin (19/8/19).

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM dalam sambutannya memaparkan bahwa kegiatan tabligh akbar dengan penceramah Ustadzah Mamah Dedeh merupakan rangkaian akhir dari kegiatan peringatan ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 tahun 2019. Semoga kegiatan tabligh akbar menjadi wasilah mendapatkan ridho Allah dalam rangka meweujudkan Kabupaten Subang yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Dalam menyongsong Kemerdekaan RI ke-74 hendaknya kita isi dengan kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas membangun negara Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Subang pada khususnya. Hal tersebut sesuai dengan spirit Kabupaten Subang “Karya Utama Satya Negara” yang bermakna mengutamakan karya utama atau kerja untuk kepentingan negara serta untuk mewujudkan visi Kabupaten Subang yang bersih, maju, sejahtera dan berkarakter.
Mamah Dedeh dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa sesuai dengan tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 “SDM Unggul Indonesia Maju” mengajak warga bahwa sebagai warga negara yang baik kalau ingin menjadi SDM yang unggul harus taat terhadap Allah dan Rosul dengan menjalankan perintah Allah dan Rosul.

Nikmat Allah yang diterima oleh kita maka kita harus bersyukur dan jangan lupa diri. Kita harus bersyukur atas nikmat kemerdekaan dari perjuangan para pahlawan. Bagaimana perjuangan, cape, pengorbanan, ketakutan para pejuang pahlawan dalam memerdekaan Indonesia pada saat itu. Kita jangan lupa diri karena kita tinggal menikmati kemerdekaan, maka kemerdekaan merupakan nikmat yang luar biasa kita harus mensyukuri dan isi kemerdekaan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah ini merupakan salah satu cara menyukuri nikmat Allah.

Siapa yang bersyukur akan nikmat Allah artinya orang harus bersyukur kembali pada dirinya, siapa yang tidak beryukur kepada manusia maka dia tidak bersyukur pada Allah, artinya segala nikmat itu diberikan oleh Allah untuk kita semua.

AGUS HAMDAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar