WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

LAK Galuh Pakuan Evi Silviadi Menggelar Diskusi Bahas Kemandirian Lembaga Adat di Tengah Era Globalisasi

SUBANG, JMI -- Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menggelar pertemuan, sekaligus berdiskusi dengan Dewan Adat Papua (DAP) dan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), di Papua, Rabu (5/2/2020).

Dalam diskusi itu DAP dihadiri oleh Wallem Rumaseb, sedangkan dari KAPP dihadiri Direktur Eksekutif KAPP Mekky Watipo, dan Ketua Umum KAPP Musa Halux.

Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengungkapkan, diskusi tersebut membahas persoalan cara bertahan dalam kemandirian adat ditengah-tengah perubahan budaya, dan era globalisasi.

"Kami saling memberikan masukan tentang keberadaan dan peran, serta fungsi Lembaga Adat dan Dewan Adat di tengah-tengah masyarakat, yang majemuk. Namun kemandirian adat, harus tetap bertahan, meski perubahan budaya dan era globalisasi," ujar Evi melalui pesan singkat yang diterima wartawan di Subang Rabu (5/2/2020).

Diskusi kata Evi, berjalan harmonis, satu sama lain memberikan masukkan, dan saling bertukar pikiran. Meski budaya Sunda dengan Papua berbeda. Tetapi satu visi, satu misi dan satu pikiran, bahwa keberadaan LAK Galuh Pakuan dan DAP serta KAPP ditengah-tengah masyarakat, harus memberikan manfaat dan dampak positif terhadap masyarakat dan pemerintah daerah khususnya.

Seperti yang sudah, sedang dan akan dilakukan LAK Galuh Pakuan, yakni dengan mengembangkan pemberdayaan, misalnya pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya, ekonomi, olahraga, dan pemberdayaan pangan, termasuk pemberdayaan teknologi.

"Kami sampaikan apa yang sudah kami lakukan di tanah tatar sunda, untuk mensejahterakan masyarakat lembaga adat. Dan mereka juga sampaikan apa yang sudah mereka lakukan di tanah papua, untuk mensejahterakan masyarakat adat papua," terangnya.

Sehingga persahabatan Raja Galuh Pakuan dengan Dewan Adat Papua dikatakan Evi, semakin erat, dalam membangun persatuan dan kesatuan, memelihara Pancasila, dalam kebhinnekaan, demi keutuhan NKRI.

"Persahabatan yang kami jalin bersama ini, semakin kuat, karena kami sama-sama satu bangsa, satu tanah air Indonesia, dengan ideologi Pancasila, dalam bingkai kebhinnekaan, demi menjaga keutuhan NKRI," tegas Evi.

Selain itu ditegaskannya, keberadaan LAK Galuh Pakuan dan DAP serta KAPP, sama-sama sebagai penjaga budaya nasional, yang mana budaya itu menjadi jati diri, dan ciri kemandirian bangsa, serta menjadi kekayaan nusantara.

"Jadi kami juga sepakat, kita bersama-sama menjaga budaya, sebagai jati diri dan kemandirian bangsa, yang harus kita bentengi dari budaya luar, dan pengaruh globalisasi. Agar tetap menjadi kekayaan nusantara," imbuhnya.

Ada yang lebih penting lagi dari diskusi tadi lanjut Evi, yaitu peran LAK Galuh Pakuan dan Dewan Adat Papua, serta Kamar Adat Pengusaha Papua dalam menghadapi PON 2020 nanti, hakikat dari PON 2020 Papua, sebagai simbol persahabatan, dan persatuan. Dimana adat benar-benar berperan dan berkontribusi langsung, salah satunya menyiapkan home stay, dan cinderamata yang berbasis adat.

"Karena dengan kehadiran 18 ribu atlet dari seluruh nusantara berkumpul di Papua, sementara daya tampung hotel tidak memadai, tentunya butuh kontribusi masyarakat adat yang sangat besar," pungkas Evi.


AGUS HAMDAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Assyifa Peduli Gelar Khitanan Massal Gratis, 34 Anak di Sunat Massal

Subang, JMI - Assyifa Peduli kembali menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal Gratis dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1...