WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pemkab Tulungagung Meraih SAKIP Kategori BB

TULUNGAGUNG, JMI -- Pemkab Tulungagung kembali meraih prestasi yang membanggakan di awal tahun 2020 ini, pemkab mendapat penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) 2019 dengan kategori BB. Hal ini semakin memacu pemkab untuk semakin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan kinerja seluruh aparatur.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dari Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PAN RB. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, "penghargaan SAKIP ini sudah kesekian kalinya diterima pemkab. Hal ini menandakan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah baik. Ini tercermin dari berbagai program berbasis kinerja yang bisa dirasakan seluruh masyarakat Tulungagung. Kinerja ini melalui APBD yang berupa pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut dia, SAKIP merupakan penilaian implementasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan. Ini mencerminkan efisiensi anggaran yang berorientasi pada hasil agar bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sebagai wujud pelayanan prima. “Anggaran yang ada memang untuk meningkatkan pelayanan prima untuk masyarakat,” tambahnya.

Bupati melanjutkan, ada lima aspek dalam hal perencanaan pengukuran pelaporan evaluasi dan capaian kinerja. Dan itu semua masuk dalam evaluasi SAKIP. Dan untuk Tulungagung sendiri, sejak 2017 telah memperoleh nilai BB atau sangat baik dan diulangi lagi untuk 2019.

Maryoto sapaan akrabnya berharap, apa yang sudah diraih kali ini bisa semakin melecut semangat seluruh aparatur. Sehingga kinerja berbasis prestasi mereka bisa semakin ditingkatkan. Dengan demikian, program dari pemerintah bisa dirasakan hingga bawah. “Kinerja harus semakin ditingkatkan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kabag Humas dan Protokol, Galih Nusantoro. Menurut dia, evaluasi SAKIP bukan sebagai ajang kompetisi tentang keberhasilan mencapai indikator penilaian, melainkan lebih kepada bagaimana mengasistensi, mendampingi dan memberi saran perbaikan untuk masalah yang dialami.

Ia juga menjelaskan, saat ini bukan saatnya lagi bekerja hanya untuk membuat laporan, atau hanya untuk menyerap anggaran, namun sekarang waktunya bekerja fokus dari hilir ke hulu program. Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, tetapi juga penerapan manajemen berbasis kinerja.

Untuk itu, apa yang sudah diraih ini juga harus dipahami seluruh aparatur untuk terus meraih kinerja yang baik. Sehingga program yang sudah dirancang bisa terealisasi dan tepat sasaran. “Semangat untuk melakukan kinerja terbaik harus terus dilakukan,” ujarnya.


CRISTIAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Napak Tilas di Makam Ki Truno joyo Dalam Pemasangan Kain Kafan Serta Legenda Cerita Seiring Dengan Perkembangan Zaman

GROBOGAN, JMI - Sebuah makam yang berada di Dusun Sumber Barat Desa Sumberjosari kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Kawa...