WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Diduga Banyak Kecurangan Dalam Anggaran, Oknum Kadis Pengairan Siap Dikoordinasikan ke KPK

LAMPUNG TENGAH, JMI -- Kembali menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat dan wabil khususnya rekanan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, terkait lelang yang akan digelar pada tahun 2020 ini. Pasalnya anggaran tahun 2019 lalu, khususnya yang ada di Dinas Pengairan Lamteng perlu menjadi sorotan dari segala pihak. Karena anggaran yang telah di poskan dalam kegiatan proyek fisik ataupun non fisik disinyalir banyak menguntungkan oknum pejabat, wabil khusus oknum Kepala Dinas Pengairan Lamteng.

Pasalnya, pada lelang awal tahun lalu yang digelar melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang pelaksanaan lelang tersebut ditempatkan di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada saat itu, konon dari jumlah anggaran hampir 6,2 milliar lebih sangatlah terlihat dengan jelas semuanya ada permainan dalam pengondisian sebagai pemenang atau sebagai pengantin sejumlah paket proyek tersebut.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu rekanan senior di Lamteng belum lama ini Senin 02/03/2020 dan enggan namanya disebutkan mengatakan, dirinya menguraikan beberapa dinas yang ada di Lamteng pada saat itu juga melaksanakan lelang proyek ditempat yang sama (Polinela red) salah satu diantara dinas yang dimaksud adalah Dinas Pengairan Lamteng.

Dirinya juga merinci kegiatan proyek dinas pengairan Lamteng yang diduga penuh dengan permainan berjumlah kurang lebih sebesar 6,2 milliar, antara lain ada 6 paket proyek dari nomor paket 17 hingga nomor paket 22 yaitu : paket No 17 Kode lelang 2567046, pekerjaan pembangunan/renovasi/ rehabilitasi jaringan irigasi Way Sangon Ratu, dusun lll kecamatan Way Pengubuan Lamteng, dengan pagu anggaran sebesar 1 milliar yang di menangkan oleh CV. DJA. Paket No 18 Kode lelang 2566046, pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitasi jaringan irigasi Way Tatayan Sri Agung kecamatan Way Pengubuan Lamteng dengan pagu anggaran sebesar 1 milliar yang di menangkan oleh CV. DD. Paket No 19 Kode lelang 2565046. Pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitasi jaringan irigasi Way Tulung Balak Sidoharjo kecamatan Way Pengubuan Lamteng dengan pagu anggaran sebesar 1 milliar yang di menangkan oleh CV. BJM. Paket No 20 Kode lelang 2564046. Pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitasi jaringan irigasi Way Kapuan Tyas bangun kecamatan Way Pengubuan Lamteng dengan pagu anggaran sebesar 800 juta rupiah yang di menangkan oleh CV. BK. Paket No 21 Kode lelang 2563046. Pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitasi jaringan irigasi Way Liak Kuripan kecamatan Way Pengubuan Lamteng dengan pagu anggaran sebesar 1 milliar yang di menangkan oleh CV. CS.

Dan Paket No 22 Kode lelang 2562046. Pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitasi jaringan irigasi Way Lungguh kecamatan Kalirejo Lamteng dengan pagu anggaran sebesar 1,3 milliar yang di menangkan oleh CV. CSA.

Modus yang diduga digunakan oknum kadis dinas pengairan tersebut tidaklah asing lagi baginya yang sudah memiliki trakrecort yang cukup dalam urusan lelang proyek, karena telah hampir 20 tahun menekuni dunia kontraktor, “Dinas-dinas terkait diduga dengan sengaja telah manipulasi data. Lebih ironinya lagi, oknum pejabat dinas juga diduga menggunakan jasa hacker untuk memuluskan aksi dan niat mereka,” Ungkapnya.

Selain itu juga sambungnya, dirinya siap menunjukan wajahnya jika persoalan tersebut bisa sampai ke meja hukum, baik itu kepolisian, kejaksaan bahkan KPK, dirinya siap untuk membuka semua modus yang digunakan oleh sejumlah oknum pejabat dinas yang sangat tidak mendidik tersebut, karena permasalahan tersebut sangatlah cukup serius. Namun dirinya enggan untuk tergesa - gesa membuka siapa dirinya ke muka Publik. “Kita lihat saja ditahun ini, jika system tersebut masih digunakan, maka bisa kemungkinan akan kita kordinasikan ke Pusat,” Pungkasnya.

Selain anggaran tersebut, masih banyak anggaran lainnya yang diduga menjadi makanan para oknum pejabat dinas terkait, hampir satu dekade kursi empuk kepala dinas Haris Fadillah terbilang cukup aman, seperti pekerjaan pembangunan/renovasi/rehabilitas talud saluran irigasi pada tahun 2019 dengan anggaran sebesar 2,4 milliar, namun anggaran 2,4 milliar tersebut nampak jelas pula di kerjakan terkesan asal-asalan dan selain itu, ada juga anggaran pekerjaan pemeliharaan rumah dinas/jabatan yang menelan anggaran sebesar 150 juta rupiah yang terlihat pada rumah dinas jabatan tersebut sama sekali tidak dilaksanakan pemeliharaan/perawatannya.

Sementara itu, telah beberapa kali media koran JMI berusaha melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pengairan Lamteng Ir. Haris Fadillah, namun sangat disayangkan, beliau tidak penah berada ditempat. menurut keterangan sekretaris dinas pengairan Lamteng, Sudarto ST saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini mengatakan. Dirinya walau menjabat sebagai sekretaris sangat jarang sekali bertemu dengan kepala dinasnya, karena kepala dinas jarang berada diruang kerjanya. “Saya jarang bertemu dengan pak kadisnya mas, biasanya pak kadis selalu ada di nuwo balak atau ikut kegiatan pak Bupati,” Ungkap Sudarto.

Lebih lanjut Sudarto menjelaskan, dirinya tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan media ini, karena menurutnya, selain akan menghadapi masa pensiun, Sudarto juga tidak ingin mengambil alih dan memberikan jawaban yang seharusnya jawaban tersebut diberikan oleh setiap bidang-bidangnya atau kepala dinasnya langsung. “Kalau bisa ketemu langsung saja dengan kepala dinas atau bidangnya masing-masing, terkait keterangan yang di inginkan, karena saya tidak lama lagi sudah pensiun,” Tutup Sudarto.

Akan tetapi, Kepala Bidang (Kabid) yang dimaksudnya tersebut, sangatlah sulit ditemui. Seperti yang disampaikan sumber yang dapat dipercaya yang berhasil ditemui diruang kerjanya di dinas pengairan Lamteng mengatakan, pimpinannya itu memang licin seperti “Belut” tak jarang dirinya mendapati beberapa orang yang selalu mencari kepala dinas, namun tak pernah bisa bertemu di kantor ini, “Jarang-jarang mas pak kadis masuk ke kantor ini, dari dulu pak kadis seperti belut licinnya. Sudah banyak yang mencari pak kadisnya, tapi entahlah mas, mereka bisa bertemunya dimana,” Pungkasnya.


KHOLIDI/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Napak Tilas di Makam Ki Truno joyo Dalam Pemasangan Kain Kafan Serta Legenda Cerita Seiring Dengan Perkembangan Zaman

GROBOGAN, JMI - Sebuah makam yang berada di Dusun Sumber Barat Desa Sumberjosari kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Kawa...