WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

KCI: Penumpang KRL Dilarang Pakai Masker Scuba & Buff


JAKARTA, JMI
-- Pemerintah DKI Jakarta resmi memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (14/9/2020). Kendati begitu sejumlah angkutan umum masih dibolehkan untuk tetap beroperasi, salah satunya adalah Kereta Commuter Line (KRL) dengan menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang.

Yang menjadi fokus dalam penerapan protokol kesehatan tersebut adalah mewajibkan penumpang menggunakan masker dengan bahan paling sedikit dua lapis. Dalam aturan terbaru, PT KCI melarang penumpang memakai maskerscuba dan buff atau kain tipis untuk menutupi mulut dan hidung.

"Masker buff dan scuba hanya satu lapis dan itu hanya kain semua. Scuba dan buff kurang efektif karena dua lapis, fitting tesnya itu yang dipertanyakan, karena engga bisa menutup efektiif," ujar Siswanto kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Siswanto mengatakan masyarakat memang di himbau untuk menggunakan masker kain saat harus beraktivitas di luar rumah. Namun menurutnya, berdasarkan hasil penelitian jika menggunakan masker kain sebaiknya minimal menggunakan yang dua lapis kain. 

"Ada penelitiannya, soal efektivitas masker kain yang paling bagus yang minimal dua lapis dan salah satunya itu dari katun, misalnya digabung dengan flanel dan sebagainya, disebutnya ini masker kain hybrid," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan menggunakan masker kain minimal dua lapis ini agar lebih maksimal untuk menyaring virus maupun partikel debu.

"Karena minimal dua lapis itu tidah hanya efek penyaringan secara mekanik tapi ada efek elektrostatis yang menghalangi virus dihirup. Jadi minimal dua lapis atau tiga lapis karena ada efek elektrostatis yang menghalangi filtrasinya itu," katanya.

Selain memilih jenis masker yang tepat, Siswanto juga mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan benar.

"Pemakaian masker itu sebaginya menutupi hidung dan mulut jangan cuman mulut doang, kalau mulut doang masing mungkin menularkan, kalau misal dia positif tapi tanpa gejala (OTG)," katanya.

Selain itu saat menggunakan masker pastikan agar tak ada celah, artinya masker menutup rapat area hidung hingga mulut.

"Harus betul-betul fit atau melekat betul jadi engga ada rongga itu maskernya sehingga efek filtrasinya bekerja," ujarnya.

Siswanto mengatakan masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri apakah masker yang digunakan sudah tepat atau belum, caranya jika menarik nafas maka masker yang digunakan akan mengempis sedangkan saat menghembuskan nafas masker akan mengembung.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan masker sebaiknya juga diganti setiap hari dan maksimal masker kain hanya digunakan selama empat jam. Selain penggunaan masker yang tepat Siswanto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga jarak, lebih sering cuci tangan dan jika tidak mendesak tak perlu keluar rumah. 

Faisal 6444/Red/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar