WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pansimas 111 di Kampung Makarti Tama Diduga Sarat dengan Monopoli Kekuasaan dan Jabatan


TULANGBAWANG, JMI
-- Adanya bantuan Pemberdayaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PANSIMAS 111) di Kampung Makarti Tama Kecamatan Gedong Aji Baru Kabupaten Tulangbawang Lampung tahun anggaran 2020 sekarang ini menjadi polemik pro dan kontra di tengah masyarakat kampung setempat.

Pasalnya keberadaan bantuan tersebut ditempatkan di tempat yang bukan milik fasilitas umum. Ini diduga sarat dengan kepentingan peribadi dan kuat dugaan adanya monopoli kekuasaan dan jabatan.

Menurut keterangan yang di terima dari dua orang narasumber yang ada di kampung setempat berinisial SY dan PN mengatakan bahwa, 

"Timbul kesan pro dan kontra itu hal yang wajar, ini disebabkan karena penempatan lokasi PANSIMAS nya yang kurang tepat. Sebaiknya ditempatkan ke tanah fasilitas umum guna mencegah kesenjangan sosial dan sebagainya," Ujarnya. 

"Apa lagi tempat keberadaan PANSIMAS 111 ini diduga berada di atas Tanah Hak Milik dan persoalannya PK RK juga menjabat selaku Panitia Satuan Pelaksana (SATLAK)," Ujarnya.

Lanjutnya, "Yang menjadi polemik adalah, pertama keberadaan sumur bor dan kedua, besarnya anggaran yang tertera dipapan nama anggaran yakni sebesar Rp.351.000.000,- yang terdiri dari keuangan APBN, APBKAM, dan INCHAS INKIND," Tegas narasumber ini kepada awak media.

Masih kata kedua orang narasumber tersebut diatas yang mengatakan bahwa, "Kalau pengeboran sumur bor itu paling mahal Rp 7.000.000 -/unit yang kedalamannya sampai mendapatkan air yang jernih. Apa lagi sumur bor yang ada saat ini informasinya hanya kedalaman 41 m," Tegas dua orang nara sumber ini.

Padahal di dalam RAB nya 70 m lebih, Kalau saja mereka berdalih tanah tersebut dihibahkan sudah tentu melalui proses hibah dari notaris karena itu sifatnya umum. Sedangkan tanah berikut bangunannya bersertifikat HAK Milik.

Sayangnya wartawan JMI bersama seorang rekan SG dari Lembaga Komunitas Pemberantasan Korupsi (LKPK) Provinsi Lampung mencoba mendatangin KKAM Makarti Tama WN yang datang dan pergi kerumahnya tetap saja tidak ketemu. Begitu juga dengan Panitia SATLAK nya yang berinisial TH yang juga tidak bisa di jumpai sampai berita ini di terbitkan yang dimaksud agar bisa mendapatkan berita yang berimbang, sayangnya usaha wartawan terhambat.

MAJID/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar