WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Polda Jabar Berlakukan Skema Buka-Tutup di Rest Area dan Jalur Wisata


Bandung JMI,
Polda Jabar memberlakukan sistem buka-tutup di rest area dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek) hingga Cikopo-Paliman (Cipali) selama arus mudik dan balik Lebaran 2023.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi mengatakan pihaknya tak akan menerapkan pembatasan jam operasional di rest area. Namun, petugas bakal memberlakukan sistem buka tutup. Penerapan sistem buka tutup di rest area ruas jalan tol itu bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Kita melakukan pengaturan bagi masyarakat yang menggunakan rest area tersebut. Jadi, pada saat kendaraan begitu banyak dan antrean padat rest area, kita imbau masyarakat (pemudik) untuk segera meninggalkan rest area," kata Edwin di Kota Bandung usai rapat koordinasi penanganan arus mudik dan balik, Kamis (13/04/2023).

Edwin mengimbau agar pemudik untuk saling peduli. Sehingga, penggunaan rest area bisa maksimal.

"Segera meninggalkan dan bergantian dengan pengguna jalan yang lain. Kemudian pada saat rest area dalam kondisi full ditutup sementara untuk melancarkan arus lalin di jalur utama," kata Edwin.

Edwin menerangkan ketika kondisi rest area sudah bisa menampung kendaran lagi, petugas akan membuka kembali pintu masuk ke rest area. Hal ini dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan yang akan masuk ke rest area.

Selain sistem buka-tutup di rest area, Polda Jabar juga bakal memberlakukan contra flow dan one way. Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan secara kondisional.

"Sudah ditetapkan (rekayasa lalu lintas). Akan ada Contra flow dan one way di jalur tol, disesuaikan dengan kondisi di lapangan," tutur Edwin.

Sementara itu, Pemprov Jabar dan Polda Jabar sepakat memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata saat arus mudik Lebaran 2023. Sepeti di jalur Lembang dan Nagreg.

Petugas bakal memberlakukan sistem buka tutup di jalur Lembang dan Nagreg. Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalur ini dilakukan secara kondisional.

"Untuk jalur Nagreg, maupun jalur Lembang. Nantinya kita akan berlakukan sistem buka tutup atau prioritas," kata jelas Edwin.

Edwin memberi contoh penerapan sistem buka-tutup pada saat arus mudik nanti. Menurutnya petugas bakal memprioritaskan kendaraan yang naik ke arah Lembang maupun Nagreg pada pagi hari. Sedangkan, saat sore hari petugas bakal memprioritaskan kendaraan yang turun dari kawasan wisata.

"Dan, pada saat sore hari kita akan prioritaskan kendaraan yang akan turun atau ke arah pulang. Tentunya disesuaikan dengan situasi kondisi di situasi lapangan," ucap Edwin.

Edwin menerangkan penerapan rekayasa lalu lintas di jalur wisata saat arus mudik itu telah disepakati bersama antara kepolisian dan Dishub Jabar. Dalam rapat tersebut juga disepakati tentang penambahan rambu lalu lintas, serta sosialisasi tentang rekayasa lalu lintas lainnya.


dtk/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Rapat Paripurna DPRD, Pj.Bupati Subang Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023

Subang, JMI - Penjabat Bupati Subang Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang dengan agenda Penyampa...