WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Sampah dari Bandung yang Dibuang ke TPA Sarimukti Overkapasitas


Bandung JMI,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtyas mengatkan sampah yang dibuang dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat setiap bulannya tak pernah turun. Sebaliknya, jumlahnya justru terus meningkat.

"Kota Bandung itu dari Januari, Februari, Maret, April sampahnya tak pernah berkurang, sampahnya naik terus," kata Prima via sambungan telepon, Senin (1/5/2023).

TPA Sarimukti sendiri digunakan untuk pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya, di antaranya Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Untuk sampah dari Kota Bandung yang dibuang ke TPA Sarimukti persentasenya mencapai 77,15 persen.

"Persentase ke Kota Bandung paling besar, sekitar 77,15 persen, itu dari Kota Bandung. Januari sampah masuk ritase 6.356 sama dengan 33.955 ton, Febuari 36.726 ton dan Maret 38.742 ton," ungkapnya.

Untuk persentase Kota Cimahi sekitar 10 persen, Kabupaten Bandung sekitar 5 persen dan Bandung Barat sekitar 6 persen.

Prima menyebut, kapasitas sampah di TPA Sarimukti saat ini sudah overkapasitas. Jumlah sampahnya berkali-kali lipat melebihi kapasitas normal.

"Kapasitas hanya 1.962.637 meter kibik tapi sekarang sudah terisi 15.434.994 kibik jadi over kapasitas," tuturnya.

Prima menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas LH Kota Bandung untuk membahas permasalahan sampah di Kota Bandung.

"Hari Jumat kita sudah rapat bersama Kadis LH Kota Bandung, Sekdis dan yang mengurusi sampah dan cari jalan keluar bersama. Untuk Sarimukti pelayanan Hari H kosong lho, hanya antrean 35 truk, kemudian hari kedua sama. Permasalahannya sepertinya ada keterlambatan Kota Bandung di hari H Lebaran, sehingga jumlah pengunjung banyak dan ternyata sampah di Hari Lebaran meningkat 20 persen dari biasanya," jelasnya.

Karena kapasitas tempat pembuangan sampah di TPA Sarimukti sudah overkapasitas, maka Kota Bandung termasuk kabupaten kota di Bandung Raya untuk memikirkan pengadaan tempat pembuangan sampah di wilayahnya karena sudah diatur dalam Undang-Undang No 18, PP dan Permen LH yang menjadi kewenangan kabupaten kota.

Wacana reaktivasi eks TPA Cicabe yang berada di Kecamatan Mandalajati, menurut Prima hal yang tepat dilakukan Pemkot Bandung untuk sama-sama atasi permasalahan sampah ini.

"Bagus kalau memang bisa," ujar Prima.

Menurut Prima, rencana reaktivasi tersebut harus didukung warga Kota Bandung karena permasalahan sampah bukan hanya tangung jawab pemerintah saja, tapi menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita semua suka buang sampah, kita tiap hari buang sampah, sampah bukan tugas pemerintah saja, tapi semua orang. Jadi kalau diaktifkan lagi segala hal dampak lingkungan bisa diminalisasi silahkan saja yang jelas, upaya pengurangan di kabupaten kota bisa dilakukan sebelum dibuang ke Sarimukti," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan usai Lebaran, jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti bisa mencapai 2 ribu ton per hari.

"Setelah liburan ini volume pembuangan bertambah, bisa sampai 2 ribu ton sehari. Paling tinggi masih dari Kota Bandung, hampir 1.300 ton sehari," ujar Arief saat dihubungi, Senin (1/5/2023).

Pembuangan sampah dari empat wilayah se-Bandung Raya itu, kata Arief, tak normal lantaran kondisi akses di dalam area TPA Sarimukti rusak usai diguyur hujan. Terlebih sejak lama, akses di dalam tpa memang rusak parah.

"Memang ada antrean truk cukup panjang karena pembuangan terkendala akses di dalam yang rusak. Jadi truk yang masuk itu harus bergiliran," ucap Arief.

Arief mengatakan agar semua sampah yang sudah diangkut bisa terbuang, pihaknya menyiapkan skema penambahan jam operasional dari jam operasional normal mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

"Normalnya kan jam 5 pagi sampai jam 6 sore, kita siapkan opsi penambahan jam operasional kalau antreannya terlalu panjang. Tapi sampai saat ini, pembuangan masih normal," tutur Arief.

Agar pembuangan sampah ke TPA Sarimukti lancar, Arief mengatakan perlu ada perbaikan akses dengan permukaan yang tak gampang rusak bila diguyur hujan deras.

"Perbaikan jalan yang amblas di dalam belum optimal. Karena memang sejak lama kendala pembuangan ke Sarimukti itu akses yang rusak," kata Arief.


dtk/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

SMAN Darmaraja Menjadi Sekolah Idola

SUMEDANG, JMI - Pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2024 - 2025 di Sekolah menengah atas negeri Darmaraja untuk jalur prioritas terde...