Sejumlah kapal nelayan dengan berbagai hiasan meramaikan Tradisi Nadran, atau sedekah bumi dengan melarungkan sesaji ke tengah laut, di Muara Angke, Jakarta, Minggu (26/11/2023). (merdeka.com/Imam Buhori)
JAKARTA, JMI -- Ratusan nelayan, pengusaha perikanan dan warga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, melarung sesaji ke laut pada kegiatan "Nadran 2025" sebagai bentuk sedekah laut dengan mengharapkan hasil tangkapan melimpah.
"'Nadran', ini sebagai ajang silaturahmi warga Muara Angke untuk bersedekah dari hasil yang mereka dapatkan agar ke depan rezeki semakin banyak," kata Ketua Panitia Nadran Muara Angke, Wanto Hasnim di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, "Nadran" ini rutin digelar setiap dua hingga tiga tahun sekali dan harapannya kesejahteraan nelayan semakin meningkat.
Menurut dia, kesejahteraan nelayan meningkat jika hasil laut melimpah serta kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah pusat lebih pro dan menguntungkan nelayan.
"Kami berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan kesejahteraan nelayan," kata dia.
Pengurus Rukun Warga (RW) Muara Angke, Nunu mengatakan, "Nadran" ini merupakan kegiatan budaya yang sudah dilakukan secara turun temurun.
"Di masa saya saja sudah lima kali menggelar 'Nadran' ini dan ini merupakan warisan dari nenek moyang," kata dia.
Ia mengatakan, pelaksanaan "Nadran" di Muara Angke ini sama dengan yang di Indramayu atau "Nadran" yang digelar di Pantai Utara Jawa (Pantura)
Pada "Nadran" ini ada satu ekor kerbau, dua ekor kambing serta bahan makanan, bunga dan lainnya yang dibawa menggunakan kapal ke tengah laut.
Lalu setelah di tengah, sesaji itu dilarung atau dibuang ke laut dengan harapan para nelayan akan mendapatkan rezeki yang semakin melimpah. "Untuk sapi dan kambing sudah dipotong dan dibawa ke kapal untuk dilarung," kata dia.
Selain pelarungan, ada juga sejumlah kegiatan budaya mulai dari atraksi Barongsai, Ondel-ondel, Reog Ponorogo, drum band serta aksi budaya lainnya.
"Bahkan semalam kami gelar wayang kulit semalam suntuk. Ini sebagai bentuk pesta terima kasih kami para nelayan," katanya.
Menurut dia, kegiatan "Nadran" ini terselenggara berkat swadaya nelayan, pelaku usaha perikanan, tokoh masyarakat yang ada di Muara Angke.
"Kami perkirakan acara ini menghabiskan dana mencapai Rp500 juta," kata dia.
source: antara

0 komentar :
Posting Komentar