WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Dinilai Sukses Panen Raya, Pemprov Sulteng Perkuat Program Ketahanan Pangan Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Institusi Produktif, Kolaboratif, Adaktif

Sulteng, JMI - "Kanwil Ditjenpas Sulteng "Bagus Kurniawan mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, atas keteguhan dan komitmen nya dalam menciptakan inovasi dan terobosan nyata terkait pembinaan dan kepedulian terhadap terciptanya kemandirian ekonomi lembaga pemasyarakatan khususnya di sulawesi tengah.

Salah satu program unggulan yang di gagas  adalah  memperkuat peran lembaga pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut ditunjukkan melalui panen raya serentak pemasyarakatan yang dilaksanakan pekan kemarin oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu tepatnya di Kebun Lapas Kelas IIA Palu Desa Langaleso, Kabupaten Sigi.

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, melalui Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rohani Mastura, menyampaikan apresiasi atas kontribusi jajaran Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Apa yang dilakukan Pemasyarakatan menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari berbagai sektor. Program seperti ini patut diperkuat dan wajib kita dukung karena memberikan dampak ganda, baik bagi pembinaan Warga Binaan maupun bagi masyarakat luas,” ungkap Rohani.

Panen raya ini menegaskan peran Pemasyarakatan sebagai institusi yang produktif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan nasional, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pembangunan berbasis inklusi sosial.

Dalam kesempatan yang berbeda saat wawancara khusus bersama Ka.Biro Jurnal Media Indonesia Sulteng "Faisal M Yahya.SH, Kanwil Ditjenpas Sulteng "Bagus Kurniawan bersama beberapa Kepala Lapas Se-sulteng  menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan arah baru pembinaan Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Panen raya ini bukan sekadar simbol keberhasilan tanam, melainkan bukti bahwa pembinaan kemandirian Warga Binaan mampu berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Pemasyarakatan hadir sebagai bagian dari solusi, dan terus di tingkatkan ke depannya.

Ia menjelaskan, program pertanian yang dijalankan di Lapas dan Rutan tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, etos kerja, serta kesiapan reintegrasi sosial ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurut Bagus Kurniawan ketahanan pangan merupakan sektor yang sangat krusial dan tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketahanan pangan berperan penting dalam menjaga stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat. sekitar 5 persen hasil produksi dari program ketahanan pangan ini di targetkan akan diserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun pihak ketiga dalam pengadaan bahan makanan.

Untuk ke depan, Bagus menyampaikan pihaknya akan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengembangkan sektor peternakan ayam dan budidaya ikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan bahan pangan, khususnya dari program MBG.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, menjelaskan bahwa pengelolaan lahan pertanian tersebut melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti program pembinaan kerja.

“Pengelolaan lahan ini melibatkan sekitar 14 warga binaan Lapas Kelas IIA Palu yang telah memenuhi persyaratan untuk dipekerjakan,” pungkasnya.



Pewarta: Agus Hamdan


Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar