Informasi yang diperoleh JMI menyebutkan, sekolah menjalin kerja sama dengan pihak percetakan dan menerima “fee” dari anggaran pencetakan. Praktik ini memunculkan kecurigaan adanya penyalahgunaan wewenang dan pengelolaan dana BOSDA yang tidak transparan.
Selain itu, sekolah juga memungut biaya study tour yang dinilai cukup tinggi. Meskipun disebut tidak wajib, banyak orang tua merasa terpaksa membayar agar anak mereka tidak dikucilkan.
Dinas Pendidikan Kota Tangerang diminta segera turun tangan menyelidiki dugaan ini. Sampai berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi
Pewarta: team JMI
0 komentar :
Posting Komentar