WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Tak Pernah Mematok Biaya, Mang ICU Karangpucung Sembuhkan Puluhan Pasien Patah Tulang

Cilacap, JMI - Mang Icu (53), warga Dusun citando, Desa karangpucung, Kecamatan Karangpucung menjadi sosok yang dicari masyarakat Karangpucuna dan sekitarnya. Dengan metode pengobatan tradisional sangkal putung, pria bernama asli Icu iditiana ini, menangani berbagai keluhan mulai dari keseleo hingga patah tulang.

Sejak tahun 1999-an, Mang icu telah membuka praktik pijat dan urut khusus patah tulang. Tanpa mematoktarif tertentu, ia memilih melayani pasien dengan prinsip keikhlasan. Bahkan, pasien dari luar kota seperti Pangandaran, Banjar,Ciamis, hingga Jakarta berdatangan ke rumahnya setiap hari.

“Saya tidak mau meminta ongkos dari pasien, mulai dari yang keseleo hingga yang patah tulangnya, semua sama seikhlasnya saja. Tapi saya selalu berpesan untuk kembali kemari bagi pasien yang penyembuhannya belum selesai,” ujar Mang icu saat ditemui.

Praktik sangkal putung dijalankan Mang icu di rumahnya, RT 04 RW 04 Dusun Citando,Desa Karangpucung, setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB dan dilanjutkan lagi pukul 20.00–22.00 WIB. Dalam satu sesi, ia bisa menangani hingga puluhan pasien.

“Saya buka itu tidak lama, dari jam 9 pagi sampai jam 5, lalu kembali buka di jam 8 sampai 10 malam. Begitupun sudah bisa tangani puluhan pasien lebih," katanya.

Di ruang praktiknya yang sederhana, pasien datang dengan beragam keluhan. Proses pengobatan pun tergolong cepat. Beberapa hanya dipijat, sebagian lainnya cukup diarahkan cara memijat sendiri. Tak jarang, pasien keluar dari ruang praktik dengan senyum lega setelah sebelumnya datang dengan wajah tegang.

Aldi (23), warga Desa Serang, Kecamatan Cipari adalah salah satu pasien yang merasa cocok dengan metode pengobatan Mang icu. Ia mengaku sempat mengalami patah tulang namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan gejala serius. Hingga akhirnya, ia mencari pengobatan alternatif.

“Ternyata sampai sini kata Mang icu tulang saya ada yang sedikit bergeser. Ya, kalau sudah gini ada saja keluhannya,” ucap Aldi. Meski zaman terus berkembang, sangkal putung tetap menjadi pilihan sebagian masyarakat Karangpucung. Keberadaan Mang icu menjadi bukti bahwa pengobatan tradisional, bila dilakukan dengan sepenuh hati dan pengalaman, masih mendapat tempat istimewa di tengah masyarakat.

 

Pewarta: A.Mansur

 

 

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar