WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Air Bersih Masuk 8 Program Strategis Bupati, Perumda TRS: Bukti Komitmen Kuat Perbaiki Infrastruktur, Layanan Dasar dan Perhatian Khusus

Subang JMI- Perumda Tirta Rangga Subang mengapresiasi 8 program strategis Bupati Subang di tahun 2027. Selain perbaikan infrastruktur, penyediaan air minum dan air bersih menjadi salahsatu program strategis tersebut.

Program strategis dipaparkan dalam Musrenmbang RKPD 2027 yang digelar BP4D pada Selasa 13 April 2026 lalu mencakup perbaikan Infrastruktur dan Perhubungan, Pendidikan, Kesehatan, Jaringan Irigasi, Air Minum dan Air Bersih, Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor Kecamatan dan Peningkatan SDM yang Berdayasaing.

Direktur Utama Perumda TRS Lukman Nurhakim menilai, program strategis Bupati Reynaldy menunjukan komitmen kuat terhadap pembenahan infrastruktur dasar untuk masyarakat Subang. Apalagi secara berani menegaskan di tahun 2027 perbaikan jalan akan tuntas. Selain itu, air bersih dan air minum menjadi perhatian khusus.

"Kami sangat mengapresiasi program strategis Pak Bupati di tahun 2027. Kita semua tahu, sebelumnya tidak pernah ada kepala daerah yang berani menegaskan perbaikan jalan akan tuntas. Apalagi, secara khusus, air bersih dan air minum juga menjadi bagian dari program strategis itu. Sebab selain jalan, air bersih juga hak dasar masyarakat," tandas Lukman kepada media.

Lukman mengungkapkan, secara umum saat ini Perumda Tirta Rangga baru bisa meng-cover 16 persen layanan air bersih untuk 50.700 pelanggan di 25 kecamatan. Masih ada 5 kecamatan yang belum terlayani. Yaitu Kecamatan Ciater, Serangpanjang, Cikaum, Pagaden Barat dan Pusakajaya.
"Belum semua bisa dilayani Perumda, artinya masih banyak masyarakat yang mengandalkan air bersih dari sumur, sungai, mata air atau sumber lainnya. Parameternya selain airnya harus bersih, tentu harus aman, sehat dan layak konsumsi," ujar Lukman.

Meski demikian lanjut Lukman, Perumda Tirta Rangga terus berusaha memperluas jaringan layanan. Sambil meningkatkan kuantitas dan kualitas air bersih. Sejumlah persoalan kompleks menjadi PR. Di antaranya kekeruhan mata air Cibulakan Cijambe, jaringan pipa yang sudah tua dan keropos, kehabisan idle capacity (kapasitas cadangan) hingga keterbatasan anggaran untuk memperluas jaringan perpipaan.

"Kami terus melakukan upaya, tapi tentu tidak bisa sendirian. Dukungan pemerintah sangat diperlukan. Sebab kami adalah kepanjangan tangan pemerintah memberikan layanan air bersih. Secara bertahap kami mengganti jaringan pipa yang sudah tua, membangun WTP (water treatment plant) untuk kekeruhan di wilayah Subang Kota dan mengajukan anggaran ke pemerintah pusat dan daerah," paparnya.

Lukman optimis dalam 5 tahun ke depan, layanan air bersih di Subang akan semakin optimal. Dukungan pemerintah, swasta dan semua stakholder akan menjadi daya ungkit akselerasi layanan air.

"Sudah saatnya layanan dasar ini menjadi perhatian serius, sebab Subang akan terus berkembang menjadi kota industri dengan jumlah penduduk dam pendatang yang akan terus meningkat," pungkasnya.

Pewarta: Agus Hamdan


Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar