WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Meriah! Ribuan Warga Desa Kapung Rebut Gunungan dalam Tradisi Sedekah Bumi

GROBOGAN JMI – Suasana haru bercampur sukacita menyelimuti Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Senin (27/4/2026).

Ratusan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian acara tradisi tahunan Sedekah Bumi atau Bersih Desa.

Puncak acara berlangsung sangat meriah saat prosesi rebutan gunungan hasil bumi digelar, menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.


Tradisi yang telah turun-temurun ini mulai dipersiapkan sejak pagi hari dengan penuh khidmat. Rangkaian acara dibuka dengan arak-arakan budaya yang start dari rumah Kepala Desa Kapung, Musarokah. Para peserta arak-arakan, yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok kesenian tradisional, serta warga mengenakan pakaian adat Jawa, berjalan kaki menyusuri jalan utama Desa Kapung menuju kantor desa.

Dari Kantor Desa, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sendang Petilasan setempat, sebuah situs sejarah dan spiritual yang hingga kini masih actively dilestarikan oleh masyarakat Kapung sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan penjaga mata air kehidupan.

Dalam sambutannya di lokasi  acara, kepala Desa Kapung,Hj.Musarokah, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar ritual, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan melestarikan kearifan lokal di tengah modernisasi. Ujar Musarokah

"Alhamdulillah, tahun ini antusiasme warga sangat luar biasa. Sedekah Bumi adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas hasil panen dan keselamatan desa. Kami juga bangga karena generasi muda masih ikut serta dalam arak-arakan ini. Ini bukti bahwa budaya leluhur kita di Desa Kapung tetap hidup dan dijaga," ujar Musarokah di hadapan ratusan warga, Senin (27/4/2026).

Musarokah juga berharap, setelah pelaksanaan sedekah bumi, Desa Kapung akan semakin aman, tentram, dan warganya diberikan keberkahan dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam bidang pertanian yang menjadi mata pencaharian utama.

Puncak kegembiraan terjadi ketika beberapa gunungan raksasa yang berisi aneka hasil bumi seperti padi, jagung, buah-buahan, sayuran, hingga jajanan pasar dibawa ke tengah kerumunan. Saat aba-aba dibunyikan, ribuan tangan berebut mengambil isi gunungan tersebut. Bagi warga, mendapatkan bagian dari gunungan dipercaya membawa berkah, tolak bala, dan kelancaran rezeki.

Salah satu warga setempat, Mbak Minah (40) terlihat tersenyum lebar usai berhasil mendapatkan sejumlah hasil bumi dari gunungan. Bagi ibu dua anak ini, tradisi rebutan gunungan adalah momen yang paling dinantikan setiap tahunnya.ujar minah.

"Setiap tahun saya tidak pernah ketinggalan. Rasanya senang sekali bisa ikut berebut gunungan. Selain dapat sayur dan buah gratis untuk lauk pauk di rumah, ini juga jadi ajang kumpul-kumpul sama tetangga. Harapannya tentu saja agar desa kami selalu rukun, panen raya terus, dan jauh dari musibah," ungkap Mbak Minah dengan nada bahagia.

Kemeriahan acara berlanjut hingga siang hari dengan dilanjutkan hiburan kesenian lokal. Kegiatan Sedekah Bumi Desa Kapung tahun 2026 ini berhasil menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu menjadi perekat sosial yang kuat bagi masyarakat Grobogan.


Tim Liputan  JMI/Heru gun

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar