Hal itu disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat menerima audiensi perwakilan APPSI Cilacap, Paguyuban Mitra SPPG, dan Paguyuban Tani Merdeka, Senin (22/6/2026).
Menurut Ammy, MBG merupakan program penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, program tersebut tidak akan dihentikan meski sebelumnya sempat terjadi kasus keracunan makanan yang menimpa lebih dari 100 siswa di Cilacap Utara pada akhir April lalu.
“Program MBG tetap berjalan. Yang kami benahi adalah tata kelolanya agar sesuai aturan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ammy.
Pasca kasus tersebut, Pemkab melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG. Sejumlah persyaratan kini diperketat, mulai dari kelayakan bangunan, sertifikasi halal, dokumen lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang.
Hasil verifikasi juga menemukan masih banyak calon lokasi SPPG yang belum memenuhi syarat. Dari lebih dari 300 titik yang terdata, sekitar 100 titik diketahui bermasalah karena belum memiliki bangunan yang layak, masih berupa rumah tinggal, atau berada di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.
Pemkab menegaskan, langkah penataan ini dilakukan agar kualitas makanan, kebersihan dapur, dan standar operasional dapat terjaga sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Ketua DPD APPSI Cilacap, Mustangin Mulyana, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pedagang pasar, peternak, dan petani lokal.
“Program ini melibatkan banyak pelaku usaha kecil. Kami mendukung penuh MBG dan berharap pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya semakin besar,” kata Mustangin.
Audiensi tersebut berlangsung usai aksi damai di Alun-Alun Cilacap yang diikuti ribuan mitra SPPG, pedagang pasar, peternak, dan petani. Mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap berjalan dengan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan sesuai ketentuan.
Pewarta : Icu Idit Tiana
0 komentar :
Posting Komentar