WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Lebih dari 3.000 Warga Tumpah Ruah Ikuti Gerak Jalan Santai Berhadiah di Desa Panyingkiran

Majalengka JMI —
Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Lebih dari 3.000 peserta memadati jalan-jalan desa dalam kegiatan Gerak Jalan Santai Berhadiah yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada minggu, 23 Agustus 2026.

Bukan sekadar olahraga pagi, kegiatan tersebut menjelma menjadi gambaran nyata tentang bagaimana semangat kebersamaan masih menjadi denyut kehidupan masyarakat desa. Dari anak-anak hingga orang dewasa, hampir seluruh lapisan masyarakat larut dalam satu suasana: berjalan bersama, bersilaturahmi, tertawa, dan merayakan kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

Kemeriahan semakin terasa ketika Kepala Desa Panyingkiran, 
ARIEF SYAEFUL BAHRI,S.H.,M.Kn, hadir dan secara langsung membuka kegiatan. Sebelum melepas ribuan peserta, Arief terlebih dahulu menyampaikan sambutan singkat yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sesaat kemudian, suasana berubah menjadi riuh. Dengan pelepasan oleh Kepala Desa
ARIEF SYAEFUL BAHRI,S.H.,M.Kn, ribuan warga bergerak menyusuri rute yang telah disiapkan. Jalan desa yang biasanya menjadi ruang lalu lintas warga pagi itu berubah menjadi lautan manusia yang membawa satu pesan sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika dirayakan bersama.

Antusiasme peserta yang menembus angka 3.000 orang menjadi pemandangan tersendiri. Besarnya jumlah warga yang ikut serta menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya mendapat sambutan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi hampir seluruh elemen masyarakat Desa Panyingkiran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perangkat Desa, Ketua BPD, LPM, Karangtaruna, Linmas, PKK, Para RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtimas, serta seluruh elemen masyarakat Desa Panyingkiran.

Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat.
Di balik langkah kaki yang santai dan tawa yang bersahutan, terselip makna yang jauh lebih dalam. Gerak jalan ini seakan mengingatkan bahwa membangun sebuah desa pun membutuhkan langkah yang sama: tidak harus berlari paling cepat, tetapi harus mampu berjalan bersama dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Bagi masyarakat Panyingkiran, kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya tentang panggung, hadiah, atau seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat rasa memiliki terhadap desa.

Ribuan warga yang memenuhi ruas jalan pagi itu menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih menyala. Dan di Desa Panyingkiran, api itu tidak dirayakan dengan gegap gempita semata, tetapi dengan kebersamaan yang nyata dalam satu langkah, satu semangat, dan satu rasa sebagai warga desa.

Merdeka bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi tentang terus melangkah bersama membangun masa depan dan mewujudkan desa Panyingkiran BISA (Bijaksana, Inovatif, Santun, Amanah) dan Majalengka Langkung Sae serta Jawa Barat Istimewa.

Pewarta : Enju Juarsa
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar