Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, terutama di wilayah yang masih bergantung pada curah hujan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam, terlebih ketika lahan pertanian menghadapi risiko kekeringan saat musim kemarau.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan rencana bantuan tersebut dalam kegiatan Persiapan Penerimaan Bantuan Irigasi Pompanisasi dan Irigasi Perpipaan yang berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (26/10/2026).
Menurut Eman, program pengairan ini diarahkan untuk membantu petani yang mengalami keterbatasan pasokan air, khususnya mereka yang menggarap lahan tadah hujan. Melalui dukungan tersebut, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menjaga tanaman tetap produktif meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.
Eman juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pertanaman (IP), yakni ukuran jumlah penanaman yang dapat dilakukan pada suatu lahan dalam satu tahun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks tersebut dari IP 1 atau 1,7 menuju IP 3.
Target itu menunjukkan bahwa pengelolaan air tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tanaman pada satu musim tanam, tetapi juga berpotensi membuka kesempatan bagi petani untuk menanam lebih sering dalam setahun. Namun, pencapaiannya tetap bergantung pada ketersediaan air, kondisi lahan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Dengan anggaran lebih dari Rp13 miliar dan rencana bantuan di sekitar 80 titik, program irigasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam menghadapi keterbatasan air. Pelaksanaannya juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Majalengka.
Pewarta: Yaya Ruhiyat
0 komentar :
Posting Komentar