WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Meski BBM Naik, Warteg dan Warung Padang Belum Naikan Harga


Jakarta, JMI
- Harga makanan di sejumlah warung makan terpantau belum naik usai Jokowi mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan solar mulai Sabtu (3/9) pukul 14.30 lalu.

Berdasarkan pantauan awak media di warung tegal (warteg) Wartiah Lebak Bulus, Jakarta Selatan misalnya, harga lauk seperti ayam, ikan, dan telur masih sama seperti pekan lalu. 

Untuk lauk ayam masih dijual seharga Rp12 ribu per potong (tanpa nasi), ikan beragam mulai dari Rp6.000 per potong sampai Rp10 ribu per potong, bergantung jenis ikannya.

"Kalau ikan mas biasanya lebih mahal Rp10 ribu (per potong). Ikan kembung kecil nih, yang sarden saya jual Rp8.000 (per potong), tapi kalau ikan cue paling murah Rp6.000 aja," kata Wartiah (42), Selasa (6/9). 

Menurutnya, kenaikan hanya terjadi pada telur ayam. Biasanya, ia masih bisa menjual seharga Rp4.000 - Rp5.000, tergantung besarannya. Tapi sekarang, harga itu ia naikkan menjadi Rp6.000. 

"Telur naiknya sudah dari bulan lalu. Waktu harga telur di atas Rp30 ribu (per kilogram) itu. Sekarang sudah turun tapi saya masih jual harga Rp6.000," kata dia.

Begitu juga dengan warteg Bu Ari yang berada di Kebayoran, Jakarta Selatan. Sampai saat ini ia masih menjual menu dengan harga sama, meski harga BBM naik.

"Nggak naik (harga makanan). Bahan belanjaan masih sama. Sayuran, ikan, sama ayam harganya juga nggak naik. Jadi makan sama ayam, saya jualnya tetap Rp15 ribu, kalau pakai ikan antara Rp13 ribu sampai Rp15 ribu," ujar Ari (53), pemilik warteg tersebut. 

Rumah Makan Padang Ananda yang berada di Pondok Cabe, Tanggerang Selatan pun sama. Harga makanan dan minuman yang dijual tidak ada perubahan atau kenaikan. Harga makan ayam dan nasi tetap Rp17 ribu, serta ikan dan nasi tetap Rp15 ribu.

Kemudian, nasi dan lauk telur tetap dijual Rp13 ribu per bungkus. Ia mengakui harga bahan pokok memang merangkak naik belakangan ini.

Tapi, kenaikan itu disiasati dengan mengurangi besarannya. Ayam dipotong jadi lebih kecil, ikan juga dicari yang lebih kecil, serta telur dadar yang tak setebal biasanya.

"Ayam potongnya satu ekor jadi sepuluh, biasanya delapan potong. Kalau ikan kayak lele sekilo cari yang isi tujuh, biasanya kan lima, enam potong. Kalau telur kita akali ditipiskan, jadi nggak seempuk dua pekan lalu," ujar Sardi, penjual nasi padang tersebut. 

CNN/JMI/RED

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Simpang Siur Informasi Antara DPR-RI Komisi X Dengan Pemda Bandar Lampung, GAMAPELA Minta KPK Turun Tangan

Bandar Lampung JMI, Perhatian masyarakat Bandar Lampung semakin meluas terkait polemik gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...