WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pembangunan Jalur Kereta Ganda Lintas Selatan Jawa Dimulai



Purwokerto, JMI -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai membangun jalur ganda (double track) lintas selatan Jawa, salah satunya jalur antara Purwokerto-Kroya sepanjang 27,168 kilometer (km).

Pembangunan double track dari km 349+954 di Purwokerto hingga km 377+122 di Kroya tersebut mulai dikerjakan sejak Desember 2015-2018.

"Pembangunan jalur ganda lintas tengah ini dilaksanakan secara parsial dan bertahap. Pekerjaan pembuatan tubuh jalur kereta (roadbed) dan beberapa pekerjaan sipil meliputi pembangunan drainase dan box culvert saluran air sudah mulai dikerjakan sejak Desember 2015," kata Manager Humas, PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, Kamis (3/3/2016).

Menurut dia, untuk pekerjaan lain yang meliputi pembangunan jembatan, terowongan, jalur kereta serta sistem persinyalan akan dilaksanakan bertahap mulai 2016. Dalam tahap awal pembangunan double track ini dilaksanakan pembuatan tubuh jalur kereta (roadbed) pada sisi jalur kereta eksisting.

Pekerjaan ini meliputi penggalian, pengurugan, dan pemadatan tanah serta pembuatan Bangunan Hikmat (BH) skala kecil dan sedang berupa jembatan kecil, serta box culvert saluran air. Sedangkan pembangunan BH besar berupa jembatan dan terowongan dikerjakan mulai 2016-2018.

Dia mengungkapkan, pembangunan double track Purwokerto-Kroya mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena kondisi geografis di daerah ini yang merupakan kombinasi dataran tinggi dan sungai, sehingga harus dilakukan pembangunan beberapa jembatan dan terowongan.

"Ada dua jembatan panjang dan tiga terowongan baru yang harus dikerjakan dalam proyek double track ini. Masing-masing jembatan Sungai Logawa dan Sungai Serayu serta terowongan di Notog dan Kebasen," jelasnya.

Dia menghitung, total terdapat 5 buah jembatan baru yang harus dibangun untuk jalur ganda Purwokerto-Kroya. Tiga jembatan meliputi Kali Bodas, Kali Jengok, dan Kali Tenggulun masing-masing dengan panjang 50 meter. Sedangkan jembatan Sungai Logawa mempunyai panjang 280,2 meter dan Sungai Serayu sepanjang 277,2 meter.

"Jembatan baru Sungai Logawa dan Sungai Serayu akan dibangun sekaligus untuk dua jalur kereta disisi jembatan eksisting. Sehingga setelah jembatan baru tersebut selesai dibangun, jembatan lama tidak akan digunakan lagi untuk lalu lintas kereta," ucapnya.

Dia mengungkapkan, jembatan Sungai Logawa yang baru akan dibangun sepanjang 280,2 meter, atau lebih panjang 22,2 meter dari jembatan eksisting yang hanya 258 meter. Struktur kombinasi antara type Welded Through Truss (WTT) dan Prestressed Concrete-T (PC-T) box akan digunakan untuk jembatan ini.

"Untuk jembatan Sungai Serayu yang baru akan dibangun menggunakan struktur type WTT (Welded Through Truss) sepanjang 277,2 meter atau lebih panjang 22,2 meter dari jembatan eksisting yang hanya 255 meter. Jembatan baru ini juga akan dibangun sekaligus untuk 2 jalur KA," ujarnya.

Selain dua jembatan panjang, lanjut dia. Proyek double track Purwokerto-Kroya juga harus membuat 3 terowongan baru untuk menembus bukit. Tiga terowongan tersebut satu di Kalirajut, Notog dan dua di Kebasen .

Untuk terowongan baru di Kalirajut, Notog akan dibangun di sisi selatan terowongan eksisting. Panjang terowongan baru di Notog tersebut akan mencapai 555 meter atau dua kali lebih panjang dari terowongan eksisting yang hanya sepanjang 260 meter.

"Panjang terowongan baru Notog nanti hampir menyamai panjang terowongan Ijo yang mencapai 580 meter," ungkapnya.

Sementara di Kebasen akan dibuat 2 terowongan baru yang letaknya berdekatan. Terowongan Kebasen tersebut masing-masing akan dibuat sepanjang 109 meter dan 183 meter di sisi utara terowongan eksisting. Kedua terowogan ini akan menggantikan terowongan eksisting di Kebasen sepanjang 79 meter.

"Ketiga terowongan baru tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi New Austrian Tunnel Method (NATM) dengan type double track/single tube. Diameter terowongan baru akan dibuat 9,3 meter, sekaligus untuk dua jalur kereta. Sementara diameter kedua terowongan eksisting hanya 4,5 meter," tambahnya.

Pembangunan jalur ganda Purwokerto-Kroya yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Jalur Ganda Cirebon-Kroya (Satker Cikro) Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan. Proyek ini ditargetkan selesai sesuai jadwal di tahun 2018.

(dtk/red)
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Bupati Karawang Apresiasi Program UMKM Untuk Indonesia

Karawang, JMI - Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri Launching Program UMKM Untuk Indonesia Tahun 2024 yang bertempat di ...