WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Transjakarta Turunkan Pendapatan Awak Angkot di Bekasi

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 09:00 WIB
Ilustrasi angkot di Bekasi
Bekasi, JURNALMEDIAIndonesia.com – Akibat adanya trayek Bus Transjakarta di Kota Bekasi,pendapatan awak Angkot K-01 Bekasi-Pulogadung berkurang jauh. “Saya bingung. Mau kerja apa sekarang ini,” kata Suyoto, 49, awak angkot.

Disebutkan, sejak dioperasikan Transjakarta Stasiun Bekasi-Pulogebang, maka penumpang menurun drastis. Bukan hanya sepi, tetapi seringkali penumpang kosong. “Yang biasanya kita bisa dapet penumpang di kolong Cakung, kini tidak ada,” katanya.

Maka, dia bersama puluhan awak angkutan lain melakukan demo ini. Tujuannya, untuk membatalkan pengoperasian Trans Jakarta yang dianggap tidak memihak kepada mereka. “Saya pernah jualan bakso. Sekarang bau balik lagi tidak ada modal. Mau nekat nyopir tidak ada pemasukan,” katanya.

Suyoto menyebut setiap hari rata-rata 4-6 rit. Selain setoran, dia harus mendapatkan uang solar dan uang cuci. Rata-rata sekitar Rp 350 ribu harus didapet. “Sering hanya bisa bawa pulang Rp 30 ribu untuk orang rumah. Sekarang malah makin sudah. Pernah tidak ada lebihan,” katanya.

Ruas jalan yang bersingungan itu berada di Jalan Raya Sultan Agung, Jalan Raya Jendral Sudirman dan Jalan Ir. H. Juanda. Apalagi, kata dia, ketiga ruas jalan itu sangat vital bagi sopir angkot untuk membawa penumpang. Misalnya, dibawah Jembatan Layang Cakung, Jakarta Timur.

Yayan Yuliana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, mengatakan akan menyampaikan asiprasi ini ke pihak terkait. Pasalnya, mereka dibekali izin dari pemerintah pusat. Namun dia juga menyampaikan masukan jika bisa dimasukkan menjadi awak Trans Jakarta.
Pos Kota
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar